PwC Catat Optimisme CEO Asia Pasifik Turun Jadi 21 Persen

Smallest Font
Largest Font

Tingkat keyakinan para pemimpin perusahaan di kawasan Asia Pasifik terhadap prospek bisnis satu tahun ke depan merosot tajam akibat tingginya ketidakpastian global menjelang semester kedua 2026. Data penurunan ini dipaparkan dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Laporan PwC Global CEO Survey 2020-2026 mencatat hanya sebagian kecil pelaku usaha yang merasa yakin terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Di saat yang sama, tantangan bisnis kian rumit karena adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi dari Bank Dunia serta urgensi integrasi teknologi digital.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan bahwa situasi dunia usaha saat ini bergerak dalam lanskap yang berubah sangat cepat dengan tekanan multidimensi dari sektor ekonomi, geopolitik, hingga teknologi.

"Kalau dilihat dari laporan PwC Global CEO Survey 2020-2026, menunjukkan hanya 21 persen CEO di Asia Pasifik yang merasa yakin terhadap prospek pertumbuhan 12 bulan ke depan, turun dari 34 persen di tahun lalu," ujar Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia.

Neneng menilai situasi sulit ini menuntut para pemimpin perusahaan untuk merumuskan strategi pertumbuhan baru yang tidak lagi menggunakan cara-cara lama agar tetap bisa menangkap peluang pasar yang tersedia.

"Apapun yang terjadi, kita tetap harus bertumbuh. Nah, di Grab, kami percaya bahwa peluang pertumbuhan masih sangat terbuka. Namun, ruang untuk tumbuh itu dengan cara yang lama semakin sempit," katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, manajemen perusahaan didorong untuk mempertajam prioritas kerja demi memastikan efektivitas dari setiap kebijakan korporasi yang dieksekusi.

"Nah, dalam situasi seperti ini, pemimpin perusahaan tentunya perlu berpikir lebih tajam dan lebih disiplin tentunya tentang bagaimana cara kita bertumbuh," ujarnya.

Neneng menambahkan, fleksibilitas dalam beradaptasi serta pemanfaatan teknologi secara tepat menjadi kunci bagi perusahaan agar mampu bertahan di tengah proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik dari 5 persen menjadi 4,2 persen.

"Bagaimana kita memilih prioritas dengan lebih tajam, mengeksekusi dengan lebih cepat, dan memastikan bahwa setiap inisiatif itu benar-benar berdampak," tegas Neneng Goenadi.

Selain ketidakpastian ekonomi makro, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) juga memerlukan perhatian khusus mengenai realisasi keuntungan yang tidak instan serta tingginya biaya adopsi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Christie mengingatkan para pelaku usaha agar tidak terjebak dalam euforia penggunaan AI tanpa perhitungan matang karena data global menunjukkan laba atas investasi baru akan terlihat dalam jangka panjang.

"Kita mulai dari 70% dari perusahaan akan meningkatkan pendapatan untuk kecerdasan buatan. Tapi kalau kita lihat datanya, meskipun ekspektasinya bisa langsung, return of investment (ROI) 7-12 bulan," kata Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Faktor kualitas sumber daya manusia tetap memegang peranan krusial dalam mengendalikan keputusan adopsi teknologi agar tidak menimbulkan kerugian sistemik bagi internal perusahaan.

"Ternyata ini data dari global, mayoritas baru merasakannya 2-3 tahun," dia menambahkan.

Guna memitigasi risiko tersebut, Stella membagikan empat pilar panduan implementasi AI yang meliputi aspek 'What', 'When', 'Who', serta konsep perlindungan tenaga kerja manusia.

"Mengeluarkan input yang tetap menguntungkan dan tidak merugikan perusahaan dan merugikan sistem yang kita buat," ucap Stella Christie.

Melalui penerapan strategi terstruktur tersebut, perusahaan diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus mempertahankan para pekerja yang kompeten di bidangnya.

"Yang penting, setelah maintain human in the lopp, jangan dipecat kalau bisa 1-3 (what, when, dan who). Mereka tetap memerlukannya," jelasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed