Pakar Jepang Sebut Pemain Sepak Bola Vietnam Berpotensi Tembus Liga J1
Pakar asal Jepang Jun Togari menilai para pemain sepak bola Vietnam memiliki potensi besar untuk bersaing di kasta tertinggi Liga Jepang atau Liga J1. Penilaian ini disampaikan langsung oleh Togari yang saat ini menjabat sebagai Direktur Komersial Hanoi Police FC sekaligus Penasihat Proyek ASEAN Urawa Reds FC.
Hingga saat ini, belum ada satu pun pesepak bola Vietnam yang mampu menembus kompetisi Liga J1. Catatan sejarah menunjukkan para pemain dari negara tersebut baru berhasil mencapai level Liga J2 dan Liga J3.
Togari menegaskan bahwa kendala utama yang dihadapi pesepak bola Vietnam untuk berkarier di kasta teratas Jepang bukanlah masalah teknik dasar. Menurutnya, aspek teknis, kecepatan, serta kreativitas yang dimiliki para pemain Vietnam saat ini sudah sangat memadai.
"Saya percaya pemain Vietnam memiliki potensi penuh untuk bersaing di Liga J1. Sepak bola Vietnam saat ini memiliki banyak pemain dengan teknik, kecepatan, dan kreativitas yang baik," kata Jun Togari, Direktur Komersial Hanoi Police FC dan Penasihat Proyek ASEAN Urawa Reds FC.
Mantan pemain profesional kelahiran 1968 tersebut menambahkan bahwa pemantauan terhadap performa individu telah dilakukan secara langsung lewat kompetisi domestik dan internasional.
"Melalui pertandingan tim nasional Vietnam serta klub-klub V-League, saya telah melihat individu-individu yang memiliki kemampuan untuk menarik perhatian klub-klub Jepang," kata Togari.
Kendati demikian, tantangan terbesar bagi para pemain adalah menjembatani perbedaan antara sekadar menarik perhatian klub dengan kemampuan untuk bertahan di dalam skuad utama. Togari menganalisis bahwa persaingan di kasta tertinggi membutuhkan fisik dan pemahaman taktik yang jauh lebih kompleks.
"Untuk bersaing dan mempertahankan performa yang konsisten di Liga J1, kemampuan teknis saja tidak cukup. Pemain perlu memiliki kecepatan tinggi, kemampuan pengambilan keputusan yang cepat, kebugaran fisik, pemahaman taktik, dan kemampuan untuk berpartisipasi aktif baik dalam serangan maupun pertahanan demi kepentingan seluruh tim," ujar Togari.
Selain faktor teknis di dalam lapangan, adaptasi terhadap lingkungan hidup, bahasa, dan budaya baru di Jepang menjadi syarat mutlak yang menentukan keberhasilan masa depan pemain.
"Liga J1 tidak hanya membanggakan tingkat keterampilan teknis dan taktis yang tinggi, tetapi juga semangat juang, permainan yang adil, permainan yang terorganisir, dan hubungan yang sangat erat antara klub dan komunitas lokal serta para penggemar," kata Togari.
Daya tarik kompetisi kasta teratas Jepang tersebut dinilai makin kuat di Vietnam seiring masuknya hak siar resmi oleh Vietnam Television (VTV) yang memperluas akses bagi penonton lokal.
"Saya rasa aspek budaya khas sepak bola Jepang ini juga merupakan salah satu faktor yang membuatnya menarik bagi penggemar Vietnam," kata Togari.
Keterbukaan akses siaran ini dipandang memberi dampak positif secara langsung terhadap perkembangan mentalitas serta wawasan para pemain muda di Vietnam.
"Pihak yang paling diuntungkan adalah para pemain muda. Menonton J1 League secara rutin membuka peluang untuk mengamati lebih dari sekadar aspek teknis dan taktis: suasana stadion, budaya penggemar, dan cara sebuah klub profesional Jepang beroperasi," tutur Togari.
Ia berharap kemudahan akses informasi dan tayangan sepak bola profesional tersebut dapat memicu motivasi generasi muda untuk berkarier di level internasional.
"Akan sangat luar biasa jika semakin banyak pemain muda Vietnam yang memupuk mimpi untuk bermain di Liga J1," ucap Togari.
Jun Togari menandatangani kontrak dengan Hanoi Police FC pada 2025 usai mencatatkan rekor membawa pendapatan sponsor $330 juta bagi Urawa Reds. Saat ini ia memfokuskan perannya pada promosi kerja sama perdagangan serta pengembangan pelatihan pemain muda di kawasan Asia Tenggara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow