PANDI Catat Registrar Domain .ID Capai 1,5 Juta Registrasi

Smallest Font
Largest Font

Jumlah pendaftaran domain .ID menembus angka 1.523.504 domain di tengah ancaman penyalahgunaan situs seperti penipuan daring dan maraknya aktivitas terlarang, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Selasa (1/9/2026).

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat kontribusi ekstensi terbesar berasal dari my.id, .id, dan web.id. Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar .ID melesat hingga 58 persen dengan 24 persen pengguna berasal dari luar negeri.

Penguatan Sistem Registri Mandiri yang beroperasi sejak 2020 serta perluasan infrastruktur DNS turut mendongkrak kepercayaan publik terhadap identitas digital Indonesia menjelang helatan ICANN87 Annual General Meeting di Bali pada 17-22 Oktober 2026.

"Pertumbuhan domain .ID hingga lebih dari 1,5 juta menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap identitas digital Indonesia," ujar Ketua Pandi, Isnawan Aslam, Selasa (1/9/2026).

Isnawan menambahkan bahwa ajang internasional mendatang menjadi sarana strategis untuk membawa capaian domestik ke tingkat global sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara demi internet yang aman dan inklusif.

"Menurut Isnawan, ICANN87 Bali menjadi momentum bagi PANDI dan Indonesia untuk membawa capaian tersebut ke panggung global, memperkuat kolaborasi internasional, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap Internet yang aman, inklusif, dan multibahasa," kata Isnawan Aslam.

Meskipun mengalami pertumbuhan pesat, PANDI menyoroti tantangan keamanan siber yang kian kompleks. Salah satu pendiri PANDI, Sapto Anggoro, mengungkapkan bahwa peta masalah mencakup ancaman AI generatif, disinformasi, hingga penapisan IDADX.

Pusat keamanan PANDI mencatat 77.517 serangan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Pada rentang waktu yang sama, IDADX merekam 32.359 kasus domain abuse yang didominasi oleh situs terlarang sebanyak 24.550 kasus, peretasan data 6.495 kasus, serta malware 961 kasus.

Penggunaan domain .ID telah meluas ke 180 negara per 30 Desember 2025. Namun, PANDI mengawasi ketat keberadaan 7.709 domain .ID di Kamboja yang terindikasi disalahgunakan untuk kegiatan ilegal. Untuk mengatasinya, PANDI mengoperasikan aplikasi BIMA v2.0 berbasis kecerdasan buatan.

"Melalui IDADX, PANDI memastikan setiap indikasi penyalahgunaan domain .ID ditangani secara lebih terukur, cepat dan akuntabel," kata Sapto.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed