Paris Jackson Menangkan Gugatan Transparansi Dana Warisan Michael Jackson

Smallest Font
Largest Font

Putri mendiang Michael Jackson, Paris Jackson, memenangkan gugatan hukum terhadap pelaksana amanat warisan ayahnya setelah hakim di Los Angeles pada Rabu, 13 Mei 2026, memerintahkan pengembalian pembayaran bonus sebesar 625.000 dolar AS.

Keputusan pengadilan tersebut mewajibkan pelaksana amanat, John Branca dan John McClain, untuk mengembalikan dana yang sebelumnya dibayarkan kepada firma hukum pihak ketiga pada tahun 2018 ke dalam kas keluarga Jackson. Dilansir dari realtor.com, harta warisan King of Pop tersebut saat ini diperkirakan mencapai nilai 5 miliar dolar AS.

Kemenangan hukum ini disambut oleh Paris yang kini berusia 28 tahun melalui pernyataan resmi dari tim pengacaranya. Juru bicara keluarga menegaskan bahwa fokus utama Paris adalah transparansi pengelolaan dana yang selama ini diperjuangkannya bersama saudara laki-lakinya, Prince dan Bigi.

"[Paris] has always been focused on what's best for her family and this ruling is a massive win for them," ujar seorang juru bicara kepada majalah People.

Pihak keluarga menyatakan bahwa keputusan ini mengakhiri penundaan bertahun-tahun dalam mendapatkan akuntabilitas pengelolaan harta Michael Jackson. Pernyataan tersebut juga memberikan kritik tajam terhadap cara John Branca mengelola aset peninggalan sang bintang.

"After years of delay, the Jackson family will finally get the transparency and accountability measures Paris has fought for," lanjut juru bicara tersebut.

Pihak Paris menuduh Branca mencoba menggunakan dana warisan sebagai dana taktis pribadi untuk kepentingan pribadinya di industri Hollywood. Selain itu, mereka mengeklaim adanya taktik agresif yang digunakan oleh pelaksana amanat selama perselisihan hukum berlangsung.

Nilai kekayaan Michael Jackson tercatat mengalami lonjakan signifikan dari angka 2 miliar dolar AS saat kematiannya di tahun 2009 menjadi kisaran 3 hingga 5 miliar dolar AS pada 2025 menurut laporan NewsNation. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai kesepakatan bisnis besar, termasuk penjualan 50 persen saham aset musik ke Sony senilai 600 juta dolar AS pada 2024.

Selain royalti musik, kekayaan tersebut juga ditopang oleh proyek-proyek seperti pementasan Broadway "MJ the Musical" dan film biopik terbaru berjudul "Michael". Di tengah pertumbuhan ekonomi tersebut, kenangan tentang kediaman ikonik Neverland Ranch tetap menjadi bagian dari sejarah keluarga.

Paris Jackson sempat mengenang kehidupan di Neverland yang ternyata memiliki aturan disiplin ketat dari sang ayah. Ia menceritakan bahwa akses ke fasilitas hiburan di rumah tersebut harus didapatkan melalui usaha dan prestasi belajar.

"We were very privileged growing up, but when it came to things like getting toys and going on the rides, we had to earn that," kata Paris Jackson dalam wawancara tahun 2021 dengan British publication The Evening Standard.

Michael Jackson menerapkan sistem imbalan di mana anak-anaknya harus membaca buku dan mengikuti tes sebelum diizinkan membeli mainan. Paris menjelaskan bahwa ayahnya ingin menanamkan moral yang kuat dan menegaskan bahwa fasilitas di Neverland sebenarnya ditujukan untuk anak-anak yang kurang beruntung.

"We were lucky enough to be raised with solid morals. He would be like: 'Oh, you want to go to Toys ‘R’ Us and get five toys? Great. You need to read five books—and I will test you on those books.'" tambah Paris.

Ia juga menjelaskan bahwa kebun binatang dan wahana permainan di sana diprioritaskan untuk anak-anak yang sakit dan tidak mampu berkunjung ke Disneyland. Paris dan saudara-saudaranya hanya diizinkan menikmati fasilitas tersebut di akhir pekan jika mereka bekerja keras sepanjang minggu.

"It was very clear to us that those rides and the zoo were for underprivileged children—children who were sick and couldn’t go to Disneyland," jelas Paris.

Keluarga Jackson menganggap pembatasan tersebut sebagai bentuk pendidikan disiplin yang diberikan Michael. Namun, anggota keluarga lain melihat sisi emosional yang berbeda dari pembangunan properti mewah seluas 2.700 hektar tersebut.

"If we were good, and we did our homework and we worked hard throughout the week, maybe we could go at the weekends, but we had to earn it," ungkap Paris.

Adik Michael, La Toya Jackson, memiliki pandangan sendiri mengenai alasan di balik kemegahan Neverland dalam memoarnya yang terbit tahun 2011. Ia menyebut properti itu sebagai upaya Michael untuk menciptakan masa kecil yang tidak pernah ia rasakan.

"Neverland was a living fairy tale, which Michael created to finally have a normal childhood and life for himself," tulis La Toya Jackson dalam bukunya "Starting Over".

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed