PBOC Tingkatkan Cadangan Emas Global Saat Harga Turun
Bank Rakyat Tiongkok memborong 480 ribu ons atau sekitar 14,93 ton emas pada Juni 2026 untuk memperkuat cadangan devisa nasional di tengah koreksi harga komoditas global yang tajam.
Langkah penambahan aset oleh bank sentral Tiongkok atau PBOC tersebut dilaporkan oleh Administrasi Negara untuk Valuta Asing Tiongkok pada Selasa, 7 Juli 2026. Aksi korporasi ini menandai tren pembelian bersih selama 20 bulan berturut-turut sekaligus menjadi momentum pengumpulan komoditas terbesar sejak Oktober 2023.
Penurunan harga emas dunia sempat menyentuh angka di bawah USD 4.000 per troy ons pada bulan Juni. Berdasarkan data Bloomberg, kemerosotan triwulanan tersebut mencapai 16 persen atau menjadi yang terdalam sejak tahun 2013, setelah sebelumnya sempat berada di puncak tertinggi pada Januari 2026.
Analis dari Commerzbank, Carsten Fritsch memaparkan bahwa komoditas emas sempat tertekan hingga ke level USD 4.120 per ons setelah eskalasi konflik di Selat Hormuz mengerek harga gas alam TTF dan minyak bumi.
"Harga emas turun ke USD 4.120 per troy ons pagi ini menyusul serangan Iran terhadap dua kapal kargo dan satu kapal LNG di Selat Hormuz. Akibatnya, harga gas alam TTF naik signifikan, dan harga minyak juga naik sedikit, memicu kekhawatiran inflasi." kata Carsten Fritsch, analis dari Commerzbank.
Meskipun terjadi gejolak geopolitik, proyeksi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat dinilai tidak mengalami pergeseran besar dalam waktu dekat.
"Namun, tidak ada perubahan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Pasar terus memprakirakan kenaikan suku bunga oleh The Fed sekitar 30 basis poin menjelang akhir tahun. Oleh karena itu, penurunan harga kemungkinan tidak akan berlanjut lebih jauh." ujar Carsten Fritsch.
Secara akumulatif, PBOC telah mengamankan lebih dari 80 ton emas dalam 20 bulan terakhir, dengan intensitas yang meningkat tajam menjelang pertengahan tahun ini.
"Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) membeli emas pada bulan Juni untuk bulan ke-20 berturut-turut. Cadangan emas naik sebesar 480 ribu ons, atau hampir 15 ton bulan lalu, menurut bank sentral tersebut. Ini adalah pembelian bulanan terbesar sejak Oktober 2023." tutur Carsten Fritsch.
Pembelian dalam volume besar ini dipicu oleh momentum penurunan harga pasar yang dimanfaatkan untuk mengoptimalkan portofolio cadangan devisa.
"Pembelian emas selama 20 bulan terakhir mencapai lebih dari 80 ton - atau sedikit lebih dari 4 ton per bulan. Namun, pembelian baru-baru ini meningkat secara signifikan. Dalam tiga bulan terakhir saja, totalnya mencapai 33 ton." kata Carsten Fritsch.
Ia menambahkan bahwa posisi harga yang lebih rendah menjadi stimulus utama bagi bank sentral untuk bertindak agresif.
"Tampaknya, tingkat harga yang lebih rendah telah mendorong PBoC untuk meningkatkan pembeliannya." jelas Carsten Fritsch.
Di sisi lain, lembaga World Gold Council mencatat porsi emas saat ini masih di bawah 10 persen dari keseluruhan cadangan devisa Tiongkok. Angka ini jauh di bawah negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman yang menempatkan emas hingga 70 persen dari total cadangan mereka.
"Pasar emas telah berulang kali menunjukkan ketahanan setelah koreksi ke kisaran $4.000/ounce berkat pembelian yang stabil dari investor jangka panjang." kata Juan Carlos Artigas, Kepala Riset Global di WGC.
Selain Tiongkok, tren serupa diikuti oleh Bank Sentral Uzbekistan yang membeli 9 ton emas pada Juni sehingga totalnya mencapai 41 ton sepanjang tahun, serta Polandia yang membukukan pembelian akumulatif 64 ton hingga akhir Mei.
"Pembelian emas oleh bank sentral mencerminkan pergeseran strategi pengelolaan cadangan global. Alih-alih terlalu bergantung pada satu kelas aset, banyak negara mendiversifikasi portofolio mereka untuk meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi ekonomi internasional dan pasar keuangan." kata Jerry Prior, ahli dari KraneShares.
Saat ini para pelaku pasar keuangan global global terus memantau rilis data Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat serta agenda pertemuan Federal Reserve pada akhir Juli 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow