Empat Pembeda Utama Kopitiam dan Kedai Kopi Modern

Smallest Font
Largest Font

Eksistensi kopitiam tetap bertahan kuat di tengah gempuran kedai kopi kekinian yang terus bermunculan di berbagai sudut kota. Meski sama-sama menyajikan minuman kopi dan aneka hidangan, kedua tempat ini memiliki karakteristik serta identitas yang sangat berbeda. Budaya ngopi di kedai kopi modern kini telah bertransformasi menjadi kebutuhan harian masyarakat urban.

Namun jauh sebelum tren tersebut meledak, kopitiam sudah lebih dulu mewarnai kebiasaan minum kopi masyarakat, seperti dilansir dari Detik Food. Berdasarkan informasi dari situs Santino, perbedaan antara kopitiam dan kedai kopi kekinian mencakup beberapa aspek utama, mulai dari peralatan seduh, penamaan menu, penggunaan jenis susu, hingga racikan makanan pendampingnya.

Peralatan yang digunakan untuk menyeduh menjadi pembeda paling mendasar dari kedua tempat ngopi ini. Kedai kopi modern umumnya mengandalkan mesin espresso berbasis teknologi terkini untuk mengekstraksi biji kopi.

Sebaliknya, kopitiam masih mempertahankan metode tradisional secara konsisten. Para penyeduh di kopitiam menggunakan teko besar berleher panjang yang dipadukan dengan saringan kain khusus untuk memisahkan ampas kopi.

Istilah Menu yang Unik dan Khas

Kedai kopi kekinian biasanya menghadirkan nama-nama menu kreasi yang berbeda di setiap gerai. Hal ini berbanding terbalik dengan kopitiam yang memiliki standar istilah menu seragam di hampir semua lokasi.

Dalam istilah kopitiam, Kopi O merujuk pada sajian kopi hitam dengan gula, sedangkan Kopi O Kosong merupakan kopi hitam murni tanpa tambahan pemanis. Untuk penikmat sajian dingin, Kopi Peng menjadi sebutan untuk es kopi bergula.

Selain itu, terdapat menu Kopi Coffee serta Kopi C yang memanfaatkan campuran susu kental manis dan gula. Pengunjung juga dapat menikmati Yuan Yang, yakni sajian unik yang memadukan kopi dengan teh.

Penggunaan Jenis Susu UHT dan Evaporasi

Perbedaan mencolok lainnya terletak pada bahan baku susu yang dicampurkan ke dalam racikan kopi. Kedai kopi modern pada umumnya mengandalkan susu UHT yang memiliki tekstur ringan serta rasa mirip susu segar.

Kopitiam lebih memilih menggunakan susu evaporasi sebagai bahan utamanya. Susu evaporasi menghasilkan cita rasa yang jauh lebih gurih, tekstur yang lebih pekat, serta memberikan aroma khas mirip karamel pada minuman.

Variasi Makanan Pendamping Khas

Sajian pendamping yang ditawarkan kedua tempat ini juga memiliki ciri khas tersendiri. Kopitiam sangat identik dengan sajian telur setengah matang serta roti panggang yang diolesi mentega atau selai srikaya.

Beberapa gerai kopitiam bahkan menyediakan makanan berat seperti nasi lemak dan kwetiau goreng. Sementara itu, kedai kopi kekinian lebih dominan menyajikan kudapan modern barat seperti olahan pastry, croissant, serta aneka cake.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed