Pemerintah Bangun 3.740 Unit Rusun Subsidi di Manggarai
Pemerintah memulai pembangunan ribuan unit rumah susun subsidi di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026). Proyek hunian ini ditujukan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam rangka mendukung Program 3 Juta Rumah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyoroti pentingnya aspek pemeliharaan bangunan setelah proyek hunian vertikal tersebut selesai dikerjakan.
"Titik lemah kita adalah perawatan, pemeliharaan. Kita bangun dengan bagus sekali. Dari dulu kita membangun bagus sekali. Tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance (perawatan)," ujar Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan.
Pengelolaan dan perawatan hunian vertikal ini menjadi tantangan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta KAI Properti Management agar kualitas bangunan tetap terjaga dengan baik dalam jangka panjang.
"Nanti ini jangan nanti ada oknum nakal ya nanti karena pasti kita lihat nanti. Apalagi mutunya (rumah) begitu bagus," ujar Hashim.
Pihaknya berharap ke depan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan kondisi fisik bangunan tidak mengalami kerusakan yang merugikan penghuni.
"Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak Prabowo bisa berkunjung ke sini didampingi oleh Pak Ara dan Pak Bobby. Kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama itu nanti kondisinya bagus. Jangan nanti berkarat, jangan nanti bocor-bocor. Yang kasihan kan rakyat kita ya, yang keluarkan uang untuk beli," tutur Hashim.
Total lahan yang digunakan untuk proyek hunian vertikal di Manggarai ini mencapai 21.939 meter persegi, yang terbagi dalam dua lokasi pembangunan yakni Blok G dan Blok F.
Blok G memiliki luas lahan 6.925 meter persegi yang berlokasi di depan TKIT Harapan Ummat. Pada lahan ini, KAI Properti Management melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan tiga menara, yakni Tower A sebanyak 418 unit, Tower B sebanyak 506 unit, dan Tower C sebanyak 308 unit. Total hunian di Blok G mencapai 1.232 unit rusunami dengan target masa pengerjaan selama 18 bulan.
Sementara itu, Blok F berdiri di atas lahan seluas 15.014 meter persegi yang mencakup lima menara. Rinciannya terdiri dari Tower 1 sebanyak 572 unit, Tower 2 sebanyak 572 unit, Tower 3 sebanyak 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, serta Tower 5 sebanyak 528 unit, sehingga menghasilkan total 2.508 unit.
Unit hunian di kedua blok tersebut disediakan dalam tipe 28, 36, dan 45. Tipe 28 dilengkapi satu kamar tidur, satu kamar mandi, serta dapur, sedangkan tipe 36 dan 45 memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan meja makan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow