BTN Tawarkan KPR Rusun Subsidi Manggarai Berjangka 40 Tahun
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyalurkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berjangka waktu 40 tahun untuk rusun subsidi di Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, cicilan hunian vertikal tersebut diperkirakan sedikit di atas Rp1 juta per bulan.
Skema kredit jangka panjang ini menetapkan suku bunga tetap sebesar 6 persen hingga masa pinjaman berakhir. Penetapan bunga flat tersebut berbeda dengan rumah tapak subsidi yang menggunakan tingkat bunga 5 persen.
"Skema KPR yang kami coba adalah tenor 40 tahun dengan bunga 6 persen flat sampai lunas. Ini bunga termurah. Untuk cicilan, karena ticket size (harga unit) sekitar Rp 500-600 juta, cicilannya sedikit di atas Rp 1 juta (berbeda dengan KPR subsidi yang bisa di bawah Rp 1 juta)," kata Dirut BTN Nixon L.P. Napitupulu.
Sebagai bentuk mitigasi risiko kredit macet, fasilitas pinjaman jangka panjang ini diprioritaskan bagi konsumen usia produktif. Pihak bank juga mewajibkan kepemilikan asuransi guna memberikan perlindungan kredit selama periode tertentu.
"Yang ketiga yang kita pastikan juga bahwa ada asuransi sampai usia tertentu. Saya memang menganjurkan tidak 40 tahun (untuk asuransi)," kata Nixon.
Skema perlindungan asuransi diusulkan hanya berjalan separuh dari total durasi pinjaman agar beban biaya konsumen tidak membengkak. Langkah ini diambil demi menjaga keterjangkauan pembayaran bulanan.
"Saya justru menganjurkan asuransinya cukup sampai 20 tahun, setengahnya aja seperti yang sekarang. Kenapa? Karena kemahalan asuransinya. Dan itu yang lagi kita carikan polanya," ujar Nixon.
Pendaftaran minat pembeli akan dibuka pada akhir bulan melalui aplikasi bank digital BTN, Bale. Proses akad kredit baru akan dilaksanakan setelah pembangunan fisik rusun menunjukkan kemajuan konstruksi yang nyata.
"Kami menjamin konsumen tidak dirugikan. akad KPR baru dilakukan setelah progres konstruksi mencapai persentase tertentu," ujar Nixon.
Pihak perbankan juga memberikan dukungan pembiayaan konstruksi kepada pengembang proyek, KAI Properti Management. Saat ini kedua belah pihak sedang memfinalisasi penetapan suku bunga kredit kontraktor di tingkat satu digit.
"Kita lagi nego. Nah itu tinggal itu aja sebenarnya makanya belum berani ngomong. Tinggal itu. (Bunga kredit konstruksinya dua digit?) Nggak lah.
Nggak ada lagi double digit hari ini. Susah nyari kredit double digit gitu ya, sekarang itu udah single digit. Tapi ini on the negotiation process.
Tinggal itu aja sebenarnya dengan temen-temen KAI Properti," ujar Nixon.
Proyek hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) ini berdiri di atas lahan total seluas 21.939 meter persegi. Area pembangunan terbagi menjadi Blok G seluas 6.925 meter persegi di depan TKIT Harapan Ummat dan Blok F seluas 15.014 meter persegi.
Pengembangan Blok G mencakup 3 tower dengan total 1.232 unit rusunami tipe 28, 36, dan 45 yang ditargetkan rampung dalam 18 bulan. Sementara Blok F terdiri dari 5 tower dengan kapasitas 2.508 unit.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow