Pemerintah Mulai Pembangunan Rusun Subsidi 24 Lantai di Manggarai

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah secara resmi memulai peletakan batu pertama proyek hunian vertikal subsidi di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/8/2026). Pembangunan tahap awal proyek ini mencakup tiga menara dengan total 1.232 unit hunian.

Acara peletakan batu pertama tersebut disaksikan oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan, serta Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengembangan proyek ini memanfaatkan lahan milik PT KAI seluas total 21.939 meter persegi yang terbagi dalam dua areal. Blok G seluas 6.925 meter persegi terdiri dari Tower A sebanyak 418 unit, Tower B 506 unit, dan Tower C 308 unit. Sementara Blok F seluas 15.014 meter persegi direncanakan menampung 2.508 unit di lima menara.

Tipe unit yang ditawarkan mencakup tipe 28, 36, dan 45. Tipe 28 dilengkapi satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur, sedangkan tipe 36 dan 45 menyediakan dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, serta meja makan. Pembelian unit didukung skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tenor 40 tahun berbunga tetap enam persen.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo memberikan catatan mengenai pentingnya pengelolaan fisik bangunan setinggi 24 lantai tersebut agar tetap terawat dalam jangka panjang.

"Ini yang pertama yang jadi vertikal yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat Ibu Kota Jakarta," kata Hashim.

Hashim menambahkan bahwa pemerintah berkeinginan agar fasilitas yang telah dibangun tidak cepat rusak atau kumuh setelah ditempati masyarakat.

"Tapi kelemahan kita terus terang saja itu adalah maintenance (perawatan). Mudah-mudahan 10 tahun lagi Pak Prabowo bisa berkunjung ke sini didampingi oleh Pak Ara dan Pak Bobby. Kita melihat bahwa nanti apartemen yang kita bangun bersama itu nanti kondisinya bagus.

Jangan nanti berkarat, jangan nanti bocor-bocor. Yang kasihan kan rakyat kita ya, yang keluarkan uang untuk beli," tuturnya.

Selain masalah perawatan, Hashim juga menegaskan peruntukan unit yang harus tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Nanti ini jangan nanti ada oknum nakal ya nanti karena pasti kita lihat nanti. Apalagi mutunya (rumah) begitu bagus," ujar Hashim.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi kejelasan status lahan PT KAI yang membuat pelaksanaan proyek berjalan tanpa hambatan.

"Kita sudah berapa kali meeting Pak, tapi saya langsung meeting pertama dengan Pak Dirut Kereta Api, saya tahu ini akan jadi (proyek jalan). Kita sudah bisa rasakan Pak. Kalau kata Presiden Prabowo, kita sudah lama jadi orang Indonesia.

Jadi kita sudah mengerti ini akan jadi apa tidak. Dari pertama kali saya ketemu Pak Dirut (Bobby Rasyidin), saya sudah tahu ini akan jadi," ujar Ara.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengerjaan fisik dilaksanakan oleh anak usaha KAI Properti Management dengan pembiayaan kredit konstruksi dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Pembangunan Blok G langsung berjalan pasca peletakan batu pertama, sedangkan pengerjaan Blok F dijadwalkan menyusul pada September setelah proses pembersihan lahan selesai. Keseluruhan masa konstruksi diperkirakan memakan waktu selama 18 bulan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed