Kementerian PKP Kajil Pembangunan Hunian di Atas Sungai
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merancang kajian teknis terkait opsi pembangunan hunian di atas sungai guna mengatasi keterbatasan serta mahalnya harga lahan di wilayah perkotaan, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (2/9/2026).
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pihaknya tengah mendalami lima opsi lokasi hunian, termasuk kawasan transit oriented development (TOD) di stasiun dan terminal, serta area sekitar pasar.
"Kita itu sedang mengkaji lima urusan karena saya kan menampung ide-ide saran-saran yang baik," ucap Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Pemanfaatan ruang ini mencakup area sungai alami maupun buatan yang memiliki infrastruktur pendukung.
"Sungai-sungai itu ada yang di sungai yang buatan ada sungai yang memang dia alami. Kalau yang buatan itu rata-rata itu dia ada pintu airnya," imbuhnya.
Proses evaluasi ini memprioritaskan aspek hukum, kelayakan lingkungan, teknis konstruksi, hingga ketahanan material bangunan.
"Aspek legal, itu paling penting. Dua, aspek lingkungannya tidak melanggar aturan apapun. Ketiga, dari aspek teknis, ya teknisnya bagaimana supaya aman secara teknis, secara material, secara konstruksi," jelasnya.
Di sisi lain, peninjauan mendalam masih terus dilakukan oleh jajaran kementerian terkait skema pembiayaan dan dampak lingkungan.
"Kan kita kaji dulu terobosan, pasti memperhatikan banyak aspek," kata Sri.
Gagasan tersebut sebelumnya diungkapkan sebagai gagasan rumah susun tingkat rendah berstruktur baja tanpa lift di atas aliran sungai.
"Kalau saya sampaikan jangan jadi polemik ya, bagaimana suatu saat ada terobosan misalnya bagaimana mulai berpikir membangun rumah (susun) tiga atau empat lantai dengan baja tidak perlu lift tapi di atas sungai-sungai atau kali-kali yang ada. Doain kami," katanya dalam acara Indonesia Property&Bank Award 2026 di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Formulasi konsep dan regulasi pendukung ditargetkan selesai dalam beberapa bulan mendatang sebelum dipaparkan secara publik.
"Mungkin hari ini banyak yang bilang itu impossible, tapi doain, karena (harga) tanah makin mahal, saya lihat ada kali, banyak. Bagaimana, doain, mudah-mudahan 2-3 bulan lagi konsepnya saya bisa sampaikan kepada publik," tuturnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow