Pemerintah Buka 25 Prodi PPDS Berbasis Rumah Sakit
Pemerintah meresmikan pembukaan 25 program studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru berbasis rumah sakit sebagai langkah afirmasi bagi pemenuhan tenaga medis di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Rabu (2/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah strategis ini difokuskan pada Penyelenggara Utama Rumah Sakit Pendidikan guna memangkas kekurangan dokter spesialis nasional yang saat ini mencapai 65.000 orang. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kesehatan hingga ke pelosok negeri.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurrahman menegaskan fokus prioritas program ini untuk wilayah terpencil.
"Ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebutuhan saudara-saudara kita di daerah, pulau terluar, hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," kata Dudung, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan bahwa puluhan prodi anyar tersebut mencakup 11 spesialis dasar serta 14 spesialis Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Penyelenggaraannya menggandeng kolegium untuk menjaga standar kompetensi serta bermitra dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Unair, Unpad, UNS, Unhas, USU, Unud, UB, dan UI.
"Pada tahap kedua tahun 2026, sebanyak 30 program studi spesialis juga akan didorong memperoleh izin penyelenggarakan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi spesialis KJSU", tegas Budi, Menteri Kesehatan.
Daftar prodi spesialis dasar yang dibuka antara lain Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof dr Soeharso Surakarta, dan RSU Hermina Depok, serta Obstetri dan Ginekologi di RSAB Harapan Kita.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow