Pemerintah Korea Selatan Sediakan Layanan AI Gratis untuk Warga
Pemerintah Korea Selatan meluncurkan program "AI for All" yang menyediakan akses layanan AI secara gratis bagi seluruh warga negaranya, sebagaimana dikutip dari Detik iNET.
Program ini bertujuan mendorong penggunaan chatbot AI buatan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada model AI yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan China.
Layanan AI yang diberikan bukan hanya chatbot untuk menjawab pertanyaan, melainkan terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintah. Warga dapat menggunakan AI untuk membuat janji dokter, memperoleh informasi perpajakan, mencari tempat tinggal, serta mengakses layanan publik lain secara mudah.
Selain itu, pemilik usaha kecil mendapat kemudahan menggunakan layanan AI ini untuk membayar pajak dan memeriksa kelayakan program dukungan pemerintah. Orang tua juga dapat menerima rekomendasi konten edukasi untuk anak-anak mereka, sementara layanan AI bebas akses untuk keperluan pendidikan tersedia bagi semua warga.
Pemerintah menggandeng tiga konsorsium teknologi yang dipimpin oleh dua perusahaan telekomunikasi besar dan operator Kakao, salah satu platform online utama di Korea Selatan. Setiap konsorsium akan mengembangkan aplikasi AI sendiri yang dilengkapi fitur AI generatif.
Untuk mendukung program ini, pemerintah menyediakan kapasitas komputasi, termasuk distribusi 512 chip Nvidia B200 ke konsorsium tersebut dan subsidi biaya operasional. Namun, total biaya program tidak diungkap secara rinci oleh Kementerian Sains dan Teknologi Informasi Korea Selatan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat industri AI domestik dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Menurut laporan TechSpot, pemerintah berupaya mengarahkan masyarakat menggunakan produk AI lokal dengan memberikan layanan premium secara cuma-cuma.
Pasar AI generatif di Korea Selatan sangat besar. Survei pemerintah tahun ini menunjukkan sekitar 25% warga membayar untuk layanan AI premium, sementara lebih dari 20 juta orang memanfaatkan layanan AI gratis.
Presiden Lee Jae Myung juga mengalokasikan anggaran sekitar 10 triliun won pada 2026 untuk pengembangan AI, meningkat tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow