Pemerintah Patok Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2027 Mencapai 6,5 Persen

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Republik Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mampu bergerak di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027 mendatang. Target makro tersebut disampaikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Penyampaian angka kunci Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 ini mencetak sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala Negara pertama yang menyampaikan langsung dokumen pendahuluan RAPBN tersebut di hadapan anggota legislatif.

"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," kata Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menegaskan target pertumbuhan ini wajib berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, yang diukur melalui penurunan kemiskinan dan pengangguran. Berdasarkan data pemaparan, angka kemiskinan ditekan ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen, lebih rendah dari target sebelumnya sebesar 6,5 hingga 7,5 persen. Adapun tingkat pengangguran terbuka dipatok turun ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen.

Untuk membiayai program vital nasional, belanja negara pada APBN 2027 dirancang sebesar 13,62 hingga 14,80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan pada angka 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, dengan defisit anggaran yang dijaga ketat maksimal 2,40 persen dari PDB.

Di tengah pemaparan materi ekonomi makro tersebut, Kepala Negara sempat mencuri perhatian para peserta rapat legislatif. Presiden terpantau sempat celingukan mencari secangkir kopi di sekitar podium tempatnya berpidato setelah membahas kontribusi sektor swasta.

"Saudara sekalian, sebaliknya kita tidak boleh merasa bahwa negara akan berbuat semuanya. Kita ingin menumbuhkan peran swasta yang lebh besar, besar tapi bener, jangan besar tapi tak bener. Kita juga harus mengakui prestasi banyak perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global," kata Presiden Prabowo Subianto.

Sektor swasta diharapkan mampu memperluas pasar hingga ke taraf internasional. Kepala Negara kemudian mencontohkan kesuksesan produk lokal seperti Indomie dari Indofood serta lini produk kopi milik Mayora yang telah berhasil menembus pasar global, seraya berseloroh mengenai budaya minum kopi.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani ini dinyatakan kuorum karena dihadiri oleh 451 anggota dewan. Agenda ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga keuangan negara.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed