Pemkab Pati Tangani 269 Siswa Diduga Keracunan MBG di Gembong
Sebanyak 269 siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mendadak mengalami dugaan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 10 September 2026. Pemerintah Kabupaten Pati langsung menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Insiden tersebut berdampak pada murid di SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum. Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 210 anak menempuh rawat jalan dan 59 anak harus menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit, seperti RSUD RAA Soewondo, RS Mitra Bangsa, RS KSH, dan Fastabiq Sehat.
Plt Bupati Pati sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pembiayaan darurat akan ditutup menggunakan belanja tidak terduga.
"Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," ucap Chandra dalam rilisnya.
Penanganan medis diprioritaskan untuk mengawal kondisi seluruh korban dari tiga sekolah terdampak secara berkelanjutan.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.
Langkah penanganan ini dieksekusi melalui koordinasi lintas sektor antara Pemkab Pati, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan, pihak sekolah, serta Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujar Chandra.
Proses pendataan dan pemetaan korban terus berjalan selaras dengan upaya penyelidikan penyebab keracunan massal tersebut.
“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.
Selain menyiagakan rumah sakit, pemerintah daerah mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke rumah-rumah siswa.
"Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi," ucapnya.
Dapur SPPG Gembong 1 yang mengelola hidangan MBG saat ini ditutup sementara. Sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dengan hasil pemeriksaan yang diprediksi keluar dalam satu hingga dua pekan ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow