Komisi IV DPR Tegaskan Peran Etnis Tionghoa Dalam Sejarah Bangsa
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menegaskan pentingnya peran etnis Tionghoa dalam sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga kebudayaan nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Minggu (13/9/2026). Daniel menekankan bahwa keberadaan bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil dari kontribusi seluruh anak bangsa tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun etnis. "Komunitas Tionghoa telah memberikan sumbangsih besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, pembangunan ekonomi, pendidikan, hingga kebudayaan nasional. Sejarah itu harus terus dirawat agar tidak hilang dari ingatan generasi penerus," kata Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR RI.
Salah satu bukti sejarah tersebut adalah keterlibatan Djiaw Kie Siong, seorang petani dan pedagang bambu asal Rengasdengklok yang rumahnya digunakan sebagai tempat perlindungan Sukarno dan Hatta saat merumuskan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 16 Agustus 1945.
Saat ini rumah berstatus cagar budaya tingkat nasional itu masih dirawat oleh keluarga keturunan Djiaw Kie Siong dengan kepemilikan yang tetap berada di pihak keluarga. Selain dalam rekam sejarah kemerdekaan, peran warga Tionghoa dalam ranah politik nasional juga dinilai terus mengalami perkembangan pasca-Reformasi melalui partisipasi yang semakin inklusif.
Pemerhati budaya Tionghoa Johanes Herlijanto menilai meningkatnya partisipasi politik warga Tionghoa mencerminkan penguatan integrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Dengan demikian, pertanyaan mengenai loyalitas etnik Tionghoa tak lagi relevan untuk ditanyakan, karena mereka berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa Indonesia yang masih terus berlangsung," kata Johanes Herlijanto, Pemerhati Budaya Tionghoa.
Peneliti BRIN Lidya Christin Sinaga menjelaskan bahwa para politisi Tionghoa yang semula mengandalkan basis etnis kini telah membangun komunikasi lintas kelompok masyarakat. "Mereka lambat laun membuka ruang interaksi lebih luas dengan kelompok masyarakat yang berbeda identitas etnik dan agamanya, dan akhirnya memperluas basis konstituen mereka sendiri," kata Lidya Christin Sinaga, Peneliti BRIN. Lidya menambahkan bahwa keterlibatan melalui jalur politik memberikan kesempatan bagi warga Tionghoa untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara luas sekaligus menyuarakan isu kelompoknya tanpa bersikap eksklusif.
Sementara itu, dorongan bagi generasi muda Tionghoa untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional juga disampaikan oleh pihak organisasi kemasyarakatan.
Sekretaris Jenderal IPTI Yen Yen Kuswati menambahkan keterlibatan warga Tionghoa dalam politik merupakan bagian dari kontribusi sebagai warga negara Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow