Pemkab Purwakarta Penyalurkan 247 Ribu Liter Air Terdampak Kekeringan

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyalurkan sedikitnya 247.000 liter bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak bencana kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat krisis air bersih tersebut berdampak pada 27.719 jiwa dari 8.780 keluarga di sembilan kecamatan.

Dampak kekeringan terparah melanda wilayah Kecamatan Tegalwaru, khususnya di Desa Batutumpang yang sudah kehilangan sumber air memadai. Wilayah lain yang turut mengalami krisis air mencakup Kecamatan Bungursari, Bojong, Maniis, Plered, Pondoksalam, Babakancikao, Wanayasa, Pasawahan, hingga Desa Cibinong di Kecamatan Jatiluhur.

Penyaluran bantuan air bersih sejauh ini dilakukan menggunakan kendaraan tangki. Kondisi surutnya air juga terlihat di Tanggul Kayat Waduk Djuanda, di mana area dasar waduk yang mengering dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam.

"Sejauh ini, pemerintah hanya bisa menyalurkan bantuan air bersih tapi wilayah yang terdampak semakin lama akan semakin meluas (apabila tidak turun hujan)," kata Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta Heryadi Erlan pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kebutuhan pasokan air warga saat ini bergantung pada bantuan armada tangki BPBD, PMI, PDAM, hingga pihak swasta. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein merencanakan pembukaan jaringan pipa PDAM ke wilayah terdampak, sementara penampungan air sementara diisi secara berkala.

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum memastikan ketersediaan air di sistem Waduk Jatiluhur masih mencukupi hingga akhir tahun 2026 untuk kebutuhan irigasi, air baku, dan pembangkit listrik. Tantangan utama terletak pada proses distribusi menuju persawahan di wilayah hilir seperti Kabupaten Indramayu.

"Upaya mitigasi sudah dilakukan, terutama normalisasi sedimen di saluran-saluran primer. Dua sampai tiga minggu lalu kami normalisasi saluran sepanjang 16 kilometer," kata pihak BBWS Citarum dalam siaran radio pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pemerintah memaksimalkan penggunaan pompa air dan jaringan irigasi alternatif agar sektor pertanian tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

"Untuk lokasi yang tidak terjangkau saluran irigasi teknis, dikoordinasikan dengan pemompaan agar air dari sungai maupun saluran bisa dimanfaatkan," kata pihak BBWS Citarum.

Koordinasi antarinstansi terus ditingkatkan guna mengoptimalkan pemanfaatan pasokan air yang tersedia sekaligus menekan risiko gagal panen atau puso di kawasan persawahan Indramayu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed