Kemendikdasmen Buka Pendaftaran TKA SMA Sederajat Hingga 27 September
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat hingga 27 September 2026. Ujian yang terintegrasi dengan Asesmen Nasional ini bersifat opsional bagi para peserta didik.
Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa hasil tes tidak memengaruhi kelulusan siswa. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi murid yang belum siap untuk tidak memaksakan diri mendaftar.
"Jadi, buat kamu yang merasa masih belum siap, nggak perlu dipaksakan daftar dan ikut," tegas BKPDM dalam unggahan Instagram yang dikutip Kamis (20/8/2026).
Lembaga tersebut mengingatkan pentingnya persiapan bagi siswa yang memilih ikut karena nilainya dapat digunakan untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi maupun jalur mandiri perguruan tinggi.
"Namun, perlu diingat kalau kamu memilih ikut, persiapkan dirimu dengan sebaik-baiknya ya! TKA ini hadir untuk memotivasi kamu meningkatkan capaian akademik," tambah BKPDM.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan integrasi TKA dan Asesmen Nasional dilakukan demi efisiensi pelaksanaan ujian di sekolah. Seluruh siswa yang mendaftar TKA secara otomatis terdata sebagai peserta Asesmen Nasional.
"Jadi siapa pun murid yang mendaftar menjadi peserta TKA, maka otomatis menjadi peserta Asesmen Nasional. Artinya, tidak ada lagi sampel Asesmen Nasional dari pusat, melainkan siswa kelas 6, 9, dan 12 yang mendaftar TKA," ujar Rahmawati.
Meski tidak ada paksaan bagi siswa, sekolah yang tidak memiliki pendaftar TKA akan berdampak pada tidak terbitnya Rapor Pendidikan tahun 2027. Pengorganisasian ujian mencakup lima tahapan, dimulai dari simulasi internal, gladi bersih wajib, pelaksanaan ujian utama selama empat hari, ujian susulan bagi peserta berhalangan sah atau sedang menjalani praktik kerja lapangan, serta Survei Lingkungan Belajar untuk tenaga pengajar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan asesmen yang dinilainya terus meraih kepercayaan publik sebagai acuan penerimaan mahasiswa baru dan Sistem Penerimaan Murid Baru jalur prestasi.
"TKA tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka atau peringkat. Sejatinya, hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai informasi penting guna memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan," ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat membuka Rakornas, di Jakarta, Selasa (11/8).
Ia menambahkan bahwa penerapan konsep penilaian pembelajaran harus mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh.
"TKA merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya kita mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. TKA bukan hanya untuk mengukur capaian pembelajaran, tetapi hasil TKA harus menjadi input yang sangat penting dan bernilai dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menekankan pentingnya kesiapan teknis, koordinasi wilayah, serta transparansi seluruh pihak penyelenggara.
"Melalui Rakornas ini kami berharap terdapat diskusi secara terbuka, mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko, serta menyusun solusi secara bersama. Dengan mempersiapkan TKA yang lebih matang, semoga pelaksanaan TKA 2026 dapat berlangsung secara tertib, memberikan layanan asesmen terbaik bagi seluruh peserta didik, serta dimaknai dengan sikap jujur dan gembira," tutup Toni.
Rangkaian jadwal TKA 2026 berlanjut ke tahap simulasi pada 21–27 September, gladi bersih sepanjang 5–18 Oktober, pelaksanaan utama pada 26 Oktober–8 November, ujian susulan pada 16–29 November, dan pengumuman hasil pada 23 Desember 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow