Peneliti Temukan 149 Spesies Baru dan Ribuan Fosil di Samudera Hindia
Penelitian yang dilakukan di sekitar Pulau Christmas dan Cocos di Samudera Hindia mengungkap penemuan 149 spesies laut baru serta ribuan fosil, termasuk fosil gigi hiu, di dasar laut yang gelap dan dalam.
Tim internasional yang terdiri dari 33 peneliti memetakan 22 gunung bawah laut yang menjulang setidaknya 1.000 meter di atas dasar laut, mempengaruhi arus laut dan menciptakan oasis nutrisi bagi kehidupan laut, dilansir dari Detikcom.
Survei dilakukan pada kedalaman antara 94 hingga 5.431 meter menggunakan kapal riset RV Investigator yang mampu menyelam hingga 5.000 meter, lebih dalam dari penelitian sebelumnya yang hanya sampai 3.000 meter.
"Orang-orang pernah menjelajahi pulau-pulau di perairan dangkal sebelumnya, tetapi belum ada yang meneliti kehidupan di perairan yang lebih dalam. Itu adalah celah besar dalam data," ujar Tim O'Hara, ilmuwan kelautan dan penulis utama studi.
Peneliti menggunakan pukat jaring empat meter yang ditarik perlahan di dasar laut untuk menangkap hewan laut. Dari total 1.059 spesies yang dijaring, 149 di antaranya adalah spesies baru, termasuk 23 jenis ikan yang belum tercatat sebelumnya di perairan Australia.
Selain itu, ditemukan sekitar 1.000 fosil gigi hiu di Cocos Abyssal Plain yang diperkirakan berusia lebih dari 22 juta tahun. Gigi hiu tersebut berasal dari berbagai jenis, termasuk hiu putih raksasa, hiu mako, hiu harimau, dan fosil Megalodon, hiu purba raksasa yang telah punah.
Peneliti menyebut lokasi penemuan ini sebagai "The Shark Graveyard" dan menemukan batuan mineral kaya yang terkandung pada fosil gigi hiu tersebut, yang penting untuk bahan baterai kendaraan listrik dan turbin angin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow