Peneliti Temukan Spesies Baru Dinosaurus Berperisai di Hokkaido
Pencarian fosil di Jepang kembali mencatatkan hasil penting lewat penemuan spesies baru dinosaurus berperisai atau jenis ankylosaurus. Dinosaurus dari subfamili nodosaurid tersebut kemudian diberi nama resmi Nipponopelta yezoensis. Pengungkapan spesies baru ini dilakukan oleh peneliti dari Hokkaido University, Shumpei Oyabu, bersama tim riset gabungan dari Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat.
Hasil analisis mereka telah dipublikasikan secara resmi dalam studi ilmiah bertajuk A new nodosaurid ankylosaur (Dinosauria: Ornithischia) from the Upper Cretaceous Hikagenosawa Formation in Japan reveals dispersal pattern of Asian nodosaurid ankylosaurs, dikutip dari Detikcom. Sisa-sisa fosil purba ini sebenarnya telah diangkat dari kawasan kota Yubari, Prefektur Hokkaido, sejak tahun 2005. Spesimen yang didapatkan saat itu mencakup sebagian tulang tengkorak, beberapa unit gigi, serta satu ruas tulang belakang.
Pada awalnya, temuan tersebut hanya dikelompokkan sebagai kelompok nodosaurid tanpa kepastian taksonomi. Identifikasi detail baru berhasil diraih setelah tim peneliti memanfaatkan teknologi pemindai tiga dimensi untuk merekonstruksi area internal tengkorak.
Pemindaian canggih ini menyoroti struktur rahang bawah, dua gigi yang masih utuh, hingga bagian dalam telinga kiri. Berdasarkan pemeriksaan genetik, Nipponopelta yezoensis terbukti memiliki kekerabatan erat dengan nodosaurid turunan asal Amerika Utara dan Eropa, bukan kelompok nodosaurid Asia pada umumnya. Temuan ini sekaligus memperjelas pola migrasi dinosaurus di masa lampau. Melalui studi geografi, peneliti menemukan bahwa nenek moyang ankylosaurus melintasi berbagai belahan bumi dari pesisir hingga pedalaman.
Khusus untuk Nipponopelta yezoensis, spesies ini diketahui lebih memilih menetap di wilayah pesisir laut. Hal tersebut diperkuat oleh lokasi penemuan fosil di Formasi Hikagenosawa, yang merupakan kawasan endapan laut pada masa Cretaceous. Secara keseluruhan, wilayah Jepang menyimpan ribuan spesimen fosil purba yang tersebar di 17 prefektur. Sebagian besar fosil terkonsentrasi di Fukui, serta lokasi lain seperti Hokkaido, Iwate, Ishikawa, Gifu, Hyogo, dan Nagasaki.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow