Peneliti Temukan Ular Jenis Baru Lielaphis Slashi di Papua Nugini
Tim peneliti mengidentifikasi spesies ular tanah tak berbisa baru bernama Lielaphis slashi di kawasan hutan tropis Papua Nugini. Penemuan spesimen ini dipublikasikan pada Jumat (21/8/2026) sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Penamaan spesies ilmiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian serta komitmen musisi Guns N' Roses, Saul Hudson alias Slash, terhadap edukasi satwa reptil dan sejarah alam. "Sebagai seorang penggemar reptil dan amfibi yang telah lama berkecimpung di bidang ini, saya merasa sangat terhormat dan rendah hati karena spesies Lielaphis slashi dari Papua Nugini dinamai berdasarkan nama saya," ujar Slash.
Gitaris berusia 60 tahun tersebut menyatakan apresiasi ini menjadi momentum emosional yang tidak pernah ia duga sebelumnya selama menyukai dunia herpetologi.
"Saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghormatan seperti itu," ujar Slash. Identifikasi Lielaphis slashi memiliki kaitan erat dengan pengalaman personal Herpetolog Chicago Field Museum, Sara Ruane, yang telah mengagumi dedikasi Slash pada reptil sejak masa kecilnya.
"Saya ingat saat berusia 12 tahun melihat Slash memegang ular piton di sampul majalah Reptiles Magazine dan berpikir dia sangat keren," kata Sara Ruane. Spesies baru berwarna cokelat kemerahan sepanjang 71 sentimeter ini tergolong nokturnal yang aktif berburu di sekitar pangkal pohon besar usai matahari terbenam. Penelitian genetik dan susunan sisik membuktikan L. slashi memiliki jalur evolusi berbeda dibanding anggota genus lainnya.
"Spesies dalam genus ini umumnya berburu kadal kecil dan telur reptil dengan gigi belakang yang besar, namun tidak meremas mangsanya seperti boa constrictor," kata Chris Austin, peneliti sekaligus penulis studi di jurnal Zootaxa. Meski tidak memiliki bisa yang membahayakan manusia, keberadaan Lielaphis slashi kini menghadapi ancaman penurunan kualitas habitat akibat alih fungsi lahan. "Habitat ular ini terus terdesak oleh ekspansi perkebunan kopi dan aktivitas pertambangan," kata Sara Ruane.
Penegasan mengenai pentingnya pencatatan keanekaragaman hayati ini menjadi langkah awal dalam merumuskan strategi perlindungan ekosistem di kawasan hutan New Guinea secara komprehensif.
"Pendeskripsian spesies secara akurat membantu ilmuwan memahami keterkaitan antar-komponen dalam ekosistem yang rapuh tersebut," ujar Sara Ruane.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow