Pengembang Forest City China Bangkrut Usai Terbelit Utang Rp2.875 Triliun
Proyek mega kota reklamasi Forest City di Malaysia terancam mangkrak usai perusahaan pengembangnya terbelit krisis keuangan fatal. Dilansir dari Detikcom, pengembang properti raksasa asal China, Country Garden, dilaporkan bangkrut akibat kewajiban utang yang menumpuk hingga Rp 2.875 triliun.
Kawasan hunian yang mulanya dirancang untuk menampung 700 ribu penduduk tersebut dikembangkan bersama Danga 88, entitas swasta milik Sultan Malaysia Ibrahim Iskandar. Pembangunan kawasan megah ini mencakup hotel mewah, lapangan golf, taman air, area perkantoran, serta apartemen tepi laut bergaya resor untuk segmen atas.
Perjalanan proyek pesisir ini menemui jalan terjal sejak awal masa pembangunan. Pemerintah Malaysia sempat menyetop pengerjaan proyek dalam enam bulan pertama akibat dugaan kerusakan lingkungan, walau pihak pengembang tetap melanjutkan kegiatan pemasaran unit hunian.
Krisis keuangan makin diperparah saat pandemi Covid-19 melanda. Pengembang dihadapkan pada tagihan utang Rp 2.875 triliun di tengah pergetatan pinjaman bank yang membatasi akses modal. Eksodus penghuni selama pandemi membuat mayoritas unit apartemen kosong hingga menjuluki kawasan ini sebagai kota hantu.
Kawasan Sepi Berubah Jadi Sarang Kejahatan Siber
Aktivitas pemukiman pascapandemi dilaporkan hanya terisi sekitar 1 persen dari total kapasitas unit yang tersedia. Meskipun lampu penajaman gedung tetap menyala, pemukiman terhitung hampir tanpa penghuni.
Kondisi kawasan yang sangat sepi ini justru dimanfaatkan oleh kelompok kejahatan terorganisir. Pada pertengahan Juli 2026, Kepolisian Malaysia membongkar pengoperasian sindikat mata uang kripto, penipuan investasi, dan penipuan percintaan berskala internasional dari lokasi tersebut.
Aparat kepolisian mengidentifikasi setidaknya 32 titik operasi sindikat yang tersebar di 27 unit apartemen pada lima lantai menara hunian, serta lima unit bungalow.
"Forest City mencerminkan kondisi yang telah menjadi target kejahatan terorganisir selama bertahun-tahun - lokasi unggulan yang dipasarkan sebagai kota pintar yang bergengsi, mewah, dan terencana dengan baik, namun tidak pernah mendekati pemenuhan visi tersebut," kata Wojcik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow