Pengendara Motor Aniaya Pengemudi Mobil Akibat Perselisihan Klakson di Jakarta Selatan
Keributan antara pengendara sepeda motor dan mobil di Jagakarta, Jakarta Selatan, terjadi Kamis (20/8) pukul 17.00 WIB dan dipicu oleh bunyi klakson, menyebabkan pengendara motor memiting pengemudi mobil hingga hampir jatuh ke semak-semak.
Peristiwa tersebut berakhir dengan penganiayaan, di mana pengemudi mobil mengalami luka memar di wajah dan dada akibat dipukul dan dicekik berkali-kali, menurut Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, dilansir dari Detik Oto.
Perselisihan bermula saat pengendara motor hendak menyalip, lalu pengemudi mobil membunyikan klakson yang memicu kemarahan pemotor hingga terjadi tindakan kekerasan.
"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak," kata Nurma.
Nurma menambahkan bahwa pengemudi mobil sempat membunyikan klakson saat pengendara motor mencoba menyalip, yang kemudian memicu amarah dan perselisihan antara mereka.
"Berawal selisih salah paham dalam berkendara. Di mana korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan memalangi mobil," jelasnya.
Polisi kini tengah memburu pengendara motor yang menjadi pelaku penganiayaan, dengan identitas kendaraan yang sudah diketahui.
"Lagi cari (pelaku). Untuk motor sudah kita dapat untuk identitasnya," ujar Nurma.
Aksi tersebut dikategorikan sebagai road rage atau kekerasan di jalan yang sering muncul akibat ketidakmampuan mengelola emosi dan ego saat berkendara, menurut Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana.
"Karena itu bagian dari ketidakmampuan sebagian dari mereka dalam me-manage emosi dan egonya," ujar Sony.
Sony menyarankan agar pengendara memilih mengalah dan menghindar untuk mencegah konflik serta memikirkan risiko buruk yang bisa terjadi.
"Melayani mereka dengan asumsi jangka pendek dan panjang berubah menjadi seperti mereka," tambah Sony.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan beberapa faktor pemicu road rage, yakni rendahnya kesadaran aturan dan tata tertib berlalu lintas, kurangnya empati, serta lemahnya penegakan hukum pasca kejadian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow