Penggunaan Masker Ganda Tingkatkan Perlindungan dari Abu Vulkanik
Lonjakan harga dan kelangkaan masker KN95 di pasaran memicu masyarakat mencari alternatif perlindungan diri dari paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Metode penggunaan dua masker sekaligus atau double masking kini banyak diterpakan untuk mengantisipasi sebaran material halus tersebut, dilansir dari Detik Health. Dokter paru dari RSUP Persahabatan, Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan bahwa penerapan dua masker diperbolehkan demi memperkuat penyaringan partikel.
Kendati demikian, penelitian ilmiah yang mengukur persentase pasti peningkatan filtrasi dari metode tersebut belum tersedia secara spesifik. "Di-double boleh. Tapi memang di dalam literatur-literatur itu belum ada studi menunjukkan kalau di-double bisa memfiltrasi berapa persen," ujar Prof Agus dalam tayangan detikPagi, Senin (7/9/2026).
Sebagai perbandingan, daya saring masker bedah berada di kisaran 50 hingga 60 persen. Sementara itu, jenis N95 memiliki kemampuan memfiltrasi partikel hingga 95 persen. Penerapan masker ganda diyakini memberikan proteksi ekstra, walau angka pastinya masih memerlukan pengujian laboratorium lebih lanjut.
Prof Agus mengingatkan pentingnya mengganti masker secara rutin karena kelembapan dari uap napas dapat menurunkan kinerjanya. Pekerja lapangan yang terpapar lingkungan luar disarankan tidak menggunakan masker melebihi durasi operasional standar. "Harus secara berkala diganti. Termasuk N95, kalaupun Anda pakai pada pekerja di luar misalnya kerjanya sudah 6 jam, 8 jam harus diganti," jelasnya.
Mengenai kombinasi jenis masker, Prof Agus menyoroti rendahnya efektivitas masker kain yang daya filtrasinya terhadap partikel halus hanya sekitar 10 persen. Tingkat penyaringan yang sangat rendah membuat penggunaan masker kain tunggal dinilai kurang optimal untuk menahan material vulkanik. "Masker kain saja, itu filtrasinya hanya 10 persen. Kecil sekali, bahkan dikatakan hampir sama seperti orang nggak pakai masker karena masker kain tidak disetting untuk memfiltrasi terhadap partikulat halus," katanya.
Penggabungan masker kain dan masker medis memang dapat meningkatkan filtrasi ketimbang masker kain saja, tetapi data efektivitas resminya belum tercatat secara rinci. Oleh karena itu, Prof Agus merekomendasikan penggunaan dua masker bedah sekaligus jika masyarakat ingin menerapkan metode pelapisan ganda. "Anda lebih baik masker bedah di-double dua saja itu lebih bagus, karena sudah jelas satu masker 50 persen.
Kalau dua masker mungkin naik," pungkasnya. Langkah proteksi mandiri ini menjadi krusial setelah fenomena aksi beli panik melanda masyarakat di beberapa area terdampak. Situasi tersebut menyebabkan stok masker di pasaran tergerus cepat dan memicu kenaikan harga yang cukup signifikan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow