Cara Tepat Bersihkan dan Cegah Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau menempel di rumah-rumah di beberapa wilayah, menyebabkan permukaan menjadi kotor dan membutuhkan pembersihan dengan cara yang benar agar aman.
Dikutip dari akun resmi Instagram BPBD Provinsi Banten, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap abu vulkanik dan memastikan pintu serta jendela tertutup rapat agar abu tidak masuk ke dalam rumah.
Langkah pertama membersihkan abu vulkanik adalah dengan menggunakan masker dan pelindung mata untuk menjaga keselamatan. Kemudian, siram permukaan yang terkena abu dengan sedikit air agar debu tidak mudah beterbangan.
Namun, jangan menyiram terlalu banyak air supaya abu tidak menggumpal dan sulit dibersihkan. Untuk abu yang menumpuk lebih dari 1 cm, gunakan sekop untuk mengangkat endapan tersebut.
Jika lapisan abu tipis, sapu dengan sapu yang kaku. Abu yang sudah dikumpulkan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk dibuang dengan aman.
Selanjutnya, bersihkan dengan metode tanpa debu seperti mengelap basah menggunakan kain pel lembap atau kain basah, serta menggunakan penyedot debu agar abu tidak terangkat ke udara.
Alasan Membasahi Abu Vulkanik
Pemprov DKI Jakarta dan BPBD DKI Jakarta menganjurkan untuk membasahi permukaan atau menggunakan kain lembap sebelum membersihkan abu vulkanik. Cara ini efektif mencegah abu beterbangan dan terhirup ke saluran pernapasan.
Menurut U.S. Geological Survey, membasahi abu vulkanik terutama yang tipis dapat mengurangi risiko paparan debu yang berbahaya. Namun, hindari menyiram berlebihan karena abu yang basah dapat mengeras dan sulit dibersihkan, serta membuat lantai menjadi licin.
Dampak Abu Vulkanik pada Furnitur dan Permukaan
Abu vulkanik memiliki permukaan yang kasar dan tajam, sehingga dapat menggores kaca, furnitur, logam, dan kain saat digosokkan.
Untuk membersihkan kaca, porselen, dan akrilik, gunakan kain atau spons yang sudah direndam larutan detergen agar permukaan tidak tergores.
Furnitur kayu yang berkilau juga bisa menjadi kusam akibat abu vulkanik. Bersihkan dengan penyedot debu atau tepuk-tepuk menggunakan kain basah untuk menghilangkan debu.
Sementara itu, kain seperti karpet dan pelapis furnitur sebaiknya dibersihkan dengan penyedot debu dan dicuci menggunakan sampo atau detergen setelah dibilas di bawah air mengalir. Hindari menggosok kain terlalu keras agar serat kain tidak rusak.
Cara Mencegah Abu Vulkanik Masuk ke Dalam Rumah
Supaya abu vulkanik tidak masuk ke rumah, tutup ventilasi, lubang angin, pintu, dan jendela dengan rapat. Pasang koran atau kertas pada celah dan gunakan selotip untuk menutup celah di jendela yang berangin.
Letakkan handuk lembap di ambang pintu dan sumber masuk udara lainnya untuk menghalangi abu. Selain itu, tutupi peralatan elektronik sensitif agar tidak terkena abu sampai lingkungan benar-benar bersih.
Siapkan ruang khusus untuk membersihkan orang yang baru masuk rumah dengan penyedot debu dan sikat agar abu dari pakaian dapat dikurangi. Disarankan melepas pakaian sebelum masuk ke area lain di rumah.
Penghuni juga dianjurkan menyediakan wadah berisi air untuk membersihkan kaki dan sepatu sebelum memasuki rumah agar abu tidak terbawa masuk.
Jika menggunakan sistem pengumpulan air hujan, lepaskan tangki terlebih dahulu sebelum hujan abu turun untuk menghindari kontaminasi.
Informasi ini dikutip dari Detikcom berdasarkan data dari BPBD Provinsi Banten, Pemprov DKI Jakarta, dan sumber internasional terkait.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow