Pentagon Rilis Panduan Skrining Hormon Testosteron Prajurit AS

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat merilis panduan klinis anyar terkait prosedur pemeriksaan defisiensi hormon testosteron bagi para prajurit. Kebijakan wajib ini menyasar seluruh personel aktif maupun cadangan yang telah memasuki usia 30 tahun ke atas, seperti dilansir dari Detik Health.

Skrining massal ini diberlakukan demi mengidentifikasi ketidakseimbangan hormonal serta mengoptimalkan ketersediaan energi pasukan. Aturan yang berlaku serta-merta ini menetapkan alur tes darah berkala untuk prajurit pria senior, sedangkan prajurit di bawah 30 tahun hanya dites jika terdapat indikasi medis.

Instruksi resmi ini menjadi langkah konkret pemerintah setelah pengumuman awal yang disampaikan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Juli 2026.

"Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan militer dengan mengidentifikasi serta mengelola masalah hormonal dan ketersediaan energi," bunyi pernyataan resmi Pentagon dalam panduan tersebut, dikutip dari Reuters.

Pendekatan khusus diterapkan bagi prajurit wanita tanpa kewajiban tes rutin. Pemeriksaan difokuskan pada penanganan kelelahan kronis, gangguan menstruasi, hingga sindrom kelangkaan energi relatif dalam olahraga (RED-S), serta pembatasan ketat terapi testosteron off-label.

Penerapan kebijakan baru ini memicu perdebatan di kalangan praktisi medis yang mengkhawatirkan risiko pengobatan berlebihan tanpa bukti ilmiah yang kuat. Merespons polemik tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dijadwalkan menggelar pertemuan ahli pada pertengahan September 2026 guna mengevaluasi aspek keamanan terapi hormon.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed