Pentagon Memecat Para Petinggi Media Militer Stars and Stripes
Departemen Pertahanan Amerika Serikat memecat penerbit Max Lederer, Pemimpin Redaksi Erik Slavin, dan jurnalis Lara Korte dari surat kabar militer Stars and Stripes pada Jumat (22/8/2026). Langkah ini diambil setelah media tersebut menyoroti kondisi buruk awak kapal induk USS Abraham Lincoln dalam operasi militer melawan Iran.
Kementerian Pertahanan menuding para petinggi media independen yang didanai pemerintah tersebut melakukan pembangkangan. Pemecatan dipicu oleh perselisihan mendasar terkait independensi editorial dan kritik tajam atas intervensi pimpinan militer terhadap isi berita.
Slavin mengonfirmasi bahwa tindakan pemberhentian tersebut berkaitan langsung dengan sikap redaksi yang menolak sensor informasi. Ia menyampaikan sikapnya saat diwawancarai oleh media nasional mengenai integritas jurnalisme di lingkungan militer.
"Menurut pemberitahuan itu, saya dipecat karena menyatakan dalam wawancara dengan CBS bahwa penyensoran berita untuk anggota militer merupakan garis merah. Kantor urusan publik Pentagon menuduh saya melakukan pembangkangan," ujar Erik Slavin, Pemimpin Redaksi Stars and Stripes.
Slavin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kompromi terhadap upaya penentuan berita dari pihak luar. Menurutnya, batas tegas harus dijaga agar jurnalisme militer tidak berubah menjadi propaganda resmi.
"Jangan terbitkan berita yang sepenuhnya akurat, terbitkan yang ini saja. Ini sudah ditulis oleh Pentagon. Itu akan menjadi garis merah," kata Erik Slavin, Pemimpin Redaksi Stars and Stripes.
Ia menambahkan bahwa aturan hukum menjamin kebebasan pers bagi media militer tersebut. Sikap ini mendasari keputusannya untuk menolak tekanan struktural dari kementerian.
"Saya tetap berpegang pada prinsip bahwa Stars and Stripes harus tetap independen secara editorial, sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang dan kebijakan departemen itu sendiri," kata Erik Slavin, Pemimpin Redaksi Stars and Stripes.
Reporter Lara Korte juga menolak tuduhan pembangkangan yang disematkan kepadanya. Ia menegaskan tugas jurnalis adalah melaporkan kenyataan di lapangan bagi komunitas militer.
"Keluarga militer dan anggota militer mempercayai kami untuk menyampaikan pengalaman mereka kepada dunia dan saya tidak menganggap kepercayaan itu sebagai sesuatu yang ringan," ujar Lara Korte, Jurnalis Stars and Stripes.
Korte menambahkan bahwa pekerjaannya berfokus penuh pada kepentingan personel militer dan publik. Ia menekankan keterpisahan peran antara jurnalis dan pejabat pemerintah.
"Saya bekerja untuk Stars and Stripes. Bukan untuk Pentagon, bukan untuk pemerintahan mana pun, bukan untuk pembuat kebijakan mana pun. Saya berada di sini untuk meliput komunitas militer," kata Lara Korte, Jurnalis Stars and Stripes.
Ia menyampaikan kebanggaannya atas liputan komprehensif yang dihasilkan tim redaksi di kawasan konflik. Korte menilai pemberhentian ini merugikan hak anggota militer atas informasi yang objektif.
"Saya bangga dengan pekerjaan yang saya dan rekan-rekan lakukan di Stars and Stripes, terutama selama enam bulan terakhir meliput konflik berkepanjangan di Iran," kata Lara Korte, Jurnalis Stars and Stripes.
Di sisi lain, Penerbit Max Lederer membeberkan jurang pemisah antara pandangan redaksi dan visi kepemimpinan baru di kementerian pertahanan. Hal itu disampaikannya dalam memo internal sebelum pemberitahuan pemecatan diterbitkan.
"Sudah jelas bagi saya bahwa filosofi kepemimpinan saya dan pemahaman saya mengenai nilai serta misi Stars and Stripes memiliki perbedaan mendasar dengan arah yang diinginkan pimpinan Departemen Pertahanan untuk organisasi ini," tulis Max Lederer, Penerbit Stars and Stripes.
Pihak pemerintah memberi tanggapan singkat terkait langkah pemecatan di tubuh media yang berdiri sejak Perang Saudara AS tersebut. Pemerintah menilai setiap tindakan personel diambil berdasarkan pertimbangan resmi.
"Jika ada orang yang dipecat, itu karena alasan yang dapat dibenarkan," kata Stephen Miller, Penasihat Gedung Putih.
Setelah pemecatan tersebut, Stars and Stripes menerbitkan surat terbuka dari Kapten William Urban yang ditunjuk menjadi wakil militer untuk membantu memimpin organisasi. Pemecatan ini memperpanjang deretan ketegangan antara Departemen Pertahanan dan media independen militer yang menjangkau 1,4 juta pembaca harian tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow