Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Tembus US$95 per Barell

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia melonjak hampir 1 persen ke level US$95 per barel pada Rabu (2/9) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan militer yang meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Kontrak berjangka minyak Brent naik 87 sen atau 0,92 persen menjadi US$95,52 per barel pada pukul 07.08 WIB, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 80 sen atau 0,89 persen menjadi US$91,02 per barel, dilansir dari Reuters. Kedua kontrak minyak tersebut sebelumnya telah melonjak lebih dari US$4 pada Selasa (1/9), menjadi penguatan terbesar sejak Juli, menyusul serangan udara AS ke sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan setelah IRGC melancarkan serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan personel militer AS di kawasan tersebut.

"Serangan tersebut dilakukan setelah upaya serangan terbaru oleh IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut," ujar Komando Pusat AS dalam unggahan di media sosial X. IRGC menanggapi serangan AS dengan menyatakan bahwa aksi tersebut akan semakin membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur perairan penting yang mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak global sebelum konflik berlangsung.

IRGC juga mengklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania dan serangan pesawat nirawak besar-besaran ke fasilitas AS di Bahrain, yang mereka nyatakan menewaskan banyak pasukan AS. Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki wilayahnya, sementara dua pejabat AS belum melaporkan adanya korban dari pihak Amerika akibat serangan tersebut.

Kuwait juga menyatakan angkatan bersenjatanya merespons aktivitas pesawat nirawak yang dinilai bermusuhan. Serangan ini merupakan eskalasi paling serius antara AS dan Iran dalam beberapa pekan terakhir, setelah serangan terhadap dua kapal tanker di Selat Hormuz pada Senin (31/8) yang semakin mengganggu pasokan minyak dunia dan mendorong pelaku usaha energi mencari jalur alternatif pengiriman minyak mentah. Di sisi lain, data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus, menambah tekanan pada pasar energi global.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed