Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke US$88,30 per Barell 18 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga minyak dunia tercatat turun tipis ke level US$88,30 per barel pada 18 Agustus 2026 di pasar global, mengikuti data produksi dan pengaruh situasi geopolitik terkini di kawasan Timur Tengah. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat berada di atas US$90 per barel pekan lalu.

Harga minyak Brent yang menjadi acuan global pada 17 Agustus 2026 turun sebesar 0,44% dari hari sebelumnya, sementara minyak WTI turun 0,60% ke US$81,03 per barel, menurut data pasar yang dipantau dari berbagai sumber perdagangan internasional. Penurunan ini dipengaruhi oleh pergerakan stok minyak mentah Amerika Serikat yang meningkat dan produksi minyak negara produsen utama.

Produksi minyak mentah Arab Saudi pada Juli 2026 tercatat sebesar 7.420 ribu barel per hari, sedangkan Amerika Serikat memproduksi 13.805 ribu barel per hari pada Agustus 2026, sedikit naik dari bulan sebelumnya. Rusia juga masih mempertahankan produksi tinggi di angka 9.826,74 ribu barel per hari pada April 2026.

Selain itu, perubahan stok minyak mentah di Amerika Serikat menunjukkan kenaikan signifikan dengan tambahan 17,42 juta barel pada Agustus 2026, menurut data American Petroleum Institute (API). Kondisi ini menjadi salah satu faktor penekan harga minyak di pasar dunia.

Pengaruh Geopolitik dan Gangguan Selat Hormuz

Ketegangan yang terus berlangsung di kawasan Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia, masih menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga minyak. Gangguan pasokan akibat konflik antara negara-negara di kawasan ini berpotensi menimbulkan ketidakpastian pasar energi global.

Menurut analis pasar energi dari Kontan, potensi kenaikan harga minyak masih terbatas karena adanya kebuntuan negosiasi antara negara-negara penghasil minyak dan faktor penguatan stok minyak AS yang menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Perbandingan Harga Minyak dan Prediksi ke Depan

Dalam sebulan terakhir hingga pertengahan Agustus 2026, harga minyak dunia naik sekitar 0,81% dan melonjak 31,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan tren kenaikan jangka panjang meski ada fluktuasi harian.

Harga minyak Brent sempat mencapai rekor tertinggi sebesar US$410,45 per barel pada Desember 2025, namun sejak itu mengalami koreksi. Prediksi dari sejumlah lembaga pasar menyebutkan harga minyak dapat mencapai US$84,30 per barel pada akhir kuartal III-2026 dan berpotensi menembus US$98,26 per barel dalam 12 bulan ke depan, didorong oleh permintaan yang tetap kuat dan ketatnya pasokan.

Jenis MinyakHarga 16 Agustus 2026 (US$/barel)Harga 17 Agustus 2026 (US$/barel)Perubahan (%)
Minyak Brent82,4588,30+7,07%
Minyak WTI81,0381,030,00%

Dampak terhadap Pasar dan Konsumen

Fluktuasi harga minyak ini berpengaruh langsung pada biaya energi dan transportasi global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia biasanya memicu naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, sehingga konsumen dan pelaku usaha perlu mencermati perkembangan pasar ini secara seksama.

"Harga minyak dunia masih akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan stok minyak global yang berfluktuasi, sehingga pelaku pasar harus terus memantau kondisi terbaru," ujar analis energi dari Kompas.
Ketegangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia | METRO TV
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed