Perang Iran Sedot Anggaran dan Kuras Stok Rudal Amerika Serikat
Keterlibatan militer Amerika Serikat dalam perang melawan Iran sejak 28 Februari 2026 mulai memicu krisis keuangan di tubuh Angkatan Laut AS serta menipiskan persediaan rudal pencegat Patriot di Eropa hingga ke level kritis.
Berdasarkan dokumen rahasia Pentagon dan laporan The Guardian, Angkatan Laut AS terpaksa mengalihkan dana dari rekening pembayaran gaji personel demi membiayai pengeluaran tak terduga serta pengerjaan blokade laut dalam skala luas di Timur Tengah.
Pengalihan anggaran tersebut ditutup menggunakan dana yang belum terpakai agar pembayaran gaji tetap berjalan, di mana Gedung Putih kini mengajukan tambahan dana pertahanan senilai 67 miliar dolar AS kepada Kongres di tengah estimasi biaya perang yang mencapai 35,7 miliar dolar AS pada Juli 2026.
"Celengan Angkatan Laut Amerika Serikat sudah pecah," kata Harlan Ullman, pensiunan perwira Angkatan Laut AS sekaligus anggota National Commission on the Future of the Navy.
Tekanan finansial yang dipicu oleh konflik berkepanjangan ini turut berdampak langsung terhadap kesiapan teknis dan operasional armada di lapangan.
"Uang untuk gaji dan upah dicuri untuk membiayai pengeluaran tak terduga di luar negeri, kemudian diganti dengan uang yang belum terpakai agar gaji personel tetap dibayarkan," ujar seorang pejabat Angkatan Laut AS.
Meskipun pihak Angkatan Laut AS membantah anggaran operasional telah dikosongkan, sejumlah pimpinan militer sebelumnya telah memperingatkan perlunya pembatasan latihan dan operasi rutin.
"Mereka sudah tidak berdaya. Semua amunisi mereka telah ditembakkan, kapal-kapal mereka tidak beroperasi, dan uang mereka sudah habis," kata seorang mantan perwira militer yang bekerja untuk kontraktor Angkatan Laut AS.
Selain masalah keuangan, Associated Press melaporkan stok rudal Patriot AS di Eropa ikut menyusut drastis karena dipindahkan ke kawasan Asia Barat. Peneliti dari CSIS memperkirakan sekitar 65 persen atau 1.500 dari total 2.330 rudal Patriot milik AS telah digunakan dalam konflik Iran tersebut.
Di sisi lain, konflik ini dibayang-bayangi oleh perselisihan politik dalam negeri. Presiden Donald Trump menyampaikan bantahan keras melalui Truth Social terhadap laporan Fox News yang menyebut dirinya ingin bertemu dengan pejabat Iran untuk berunding.
Selain isu operasional militer, Israel juga dilaporkan menggelontorkan puluhan juta dolar dalam kampanye digital untuk memengaruhi respons kecerdasan buatan (AI) mengenai perang Gaza. Kampanye tersebut menggunakan lembaga Hanover Institute yang menerbitkan 124 laporan berisi 560.000 kata dalam sembilan hari guna memengaruhi data pelatihan model AI komersial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow