Ukraina Kehabisan Rudal Patriot Akibat Lonjakan Serangan Dan Krisis Pasokan
Pasukan pertahanan Ukraina kini mengalami krisis amunisi rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat di tengah lonjakan serangan balistik Rusia, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Kondisi tersebut membuat sejumlah unit peluncur tidak beroperasi selama bertahun-tahun.
Ukraina menyembunyikan jumlah pasti sisa persenjataannya, namun Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan pasokan negaranya saat ini hanya tersisa 1 persen. Padahal, kebutuhan minimum untuk bertahan melewati musim dingin diperkirakan mencapai 5 persen dari total persediaan Amerika Serikat.
Laporan CNN mencatat sistem Patriot di lapangan menunjukkan tanda penggunaan rutin, tetapi unit peluncur tidak lagi menembakkan amunisi selama enam minggu terakhir akibat ketersediaan yang habis.
Kepala teknisi sistem Patriot, Dmytro, mengonfirmasi kondisi kritis operasional persenjataan tersebut di lapangan.
"Ini pemandangan yang benar-benar memilukan ketika Anda memiliki peralatannya, tapi tidak dapat mencegat rudal apa pun," ujar Dmytro.
Keadaan tanpa amunisi pencegat pertama kali dialami unitnya pada bulan akhir tahun lalu.
"Sulit digambarkan, perasaan sangat kuat dan buruk. Rasanya seperti sudah belajar cara berjalan, tapi tak mampu melangkah. Anda tahu cara bernapas, tapi tidak bisa bernapas," katanya.
Krisis pasokan global diperparah oleh penggunaan masif persenjataan serupa di kawasan Teluk pada Maret dan April untuk menghalau serangan drone murah Iran. Penggunaan dalam jumlah besar oleh negara-negara Teluk tersebut berdampak langsung pada alokasi bantuan untuk Ukraina.
Dmytro menjelaskan bahwa pihak militer Ukraina sudah mengantisipasi dampak dari eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap ketersediaan amunisi mereka.
"Kami sudah menduga akan mendapat masalah. Kami sangat terkejut melihat berapa banyak rudal yang mereka luncurkan pada saat yang sama, rudal yang sama dengan yang bisa kami gunakan untuk melawan rudal balistik Rusia," ucapnya.
Data Foreign Policy Research Institute menunjukkan pasukan koalisi menghabiskan rata-rata 225 rudal pencegat per hari pada empat hari pertama konflik Iran. Sementara itu, pabrikan Lockheed Martin hanya memproduksi 620 rudal sepanjang tahun 2025, menciptakan ketimpangan rasio penggunaan dibanding produksi sebesar 132 banding 1.
Pentagon telah menandatangani kesepakatan tujuh tahun agar Lockheed Martin mampu mendongkrak produksi hingga 2.000 unit per tahun pada 2030. Di sisi lain, pembicaraan mengenai lisensi produksi Patriot di Ukraina antara Donald Trump, perwakilan Raytheon, Lockheed Martin, dan Zelensky masih tertahan karena pertimbangan keamanan teknologi oleh Gedung Putih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow