Peringatan Kemerdekaan dan Awal Rabiul Awal 1448 H Dorong Pembaruan Akhlak
Awal bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah yang dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026, beriringan dengan perayaan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai moral dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan berbangsa.
A. Rusdiana, praktisi pendidikan dan pendiri YSDP Al-Misbah Cipadung Bandung, menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai keimanan dan keteladanan Nabi ke dalam tindakan nyata setelah kemerdekaan dirayakan.
"Sungguh, pada diri Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah," kata A. Rusdiana mengutip Surat Al-Ahzab ayat 21.
Rusdiana menjelaskan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui kejujuran, sikap amanah, persaudaraan, dan kepedulian sosial untuk menjaga keberlangsungan kehidupan bermasyarakat.
"Merdeka dijaga dengan keimanan," ujar A. Rusdiana.
Menurut penjelasannya, setiap elemen masyarakat memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi di bidang masing-masing.
"Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Bekerjalah! Maka, Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu,'" kata A. Rusdiana mengutip Surat At-Taubah ayat 105.
Rangkaian peringatan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 2026 secara umum dilaksanakan pada 12 Rabiul Awal 1448 H yang bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026.
Dilansir dari Baznas Kota Semarang, Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah setelah Muharram dan Safar, yang menjadi ruang bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat, doa, serta refleksi keteladanan Nabi Muhammad SAW.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow