Umat Islam Siapkan Amalan Ibadah Jelang Bulan Zulhijah 1447 Hijriah

Smallest Font
Largest Font

Umat Islam bersiap menyambut kedatangan bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang jatuh pada pertengahan Mei 2026 dengan memperbanyak amalan sunah seperti zikir, puasa, dan persiapan kurban. Periode sepuluh hari pertama bulan ke-12 dalam penanggalan Hijriah ini dinilai memiliki keagungan luar biasa dibandingkan waktu lainnya.

Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel, Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, menjelaskan dalam tausiyahnya di RRI Makassar pada Rabu, 13 Mei 2026, bahwa Zulhijah merupakan momentum untuk meningkatkan intensitas berzikir. Keistimewaan hari-hari tersebut bahkan ditegaskan langsung oleh Allah SWT melalui sumpah dalam Surah Al-Fajr.

"Sekitar seminggu atau 10 hari lagi kita akan bertemu dengan Zulhijah, oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus mengerti bagaimana keutamaannya," jelas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel.

Beliau menekankan bahwa awal Zulhijah menjadi titik dimulainya perintah Allah kepada hamba-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya. Anjuran membasahi lidah dengan zikir ini berlaku kuat terutama selama periode sepuluh hari pertama tersebut.

"Awal untuk kita berzikir kepada Allah, Allah memulai pada bulan Zulhijah ini yaitu di awal-awal 10 pertama," tambah Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel.

Selain zikir, kemuliaan beramal pada waktu tersebut diklaim hampir tidak tertandingi oleh jihad, kecuali bagi mereka yang mati syahid. Salah satu puncak keutamaan terjadi pada hari Arafah yang jatuh setiap tanggal 9 Zulhijah.

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan orang dari api neraka kecuali pada hari Arafah," tegas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel.

Yusri juga mengimbau masyarakat agar tidak terikat pada mitos hari buruk untuk melaksanakan hajat seperti pernikahan atau pindah rumah. Ia mengajak umat Islam untuk konsisten menjalankan ibadah khusus di awal bulan mulia tersebut.

"Gunakanlah kesempatan kita ini untuk melaksanakan ibadah-ibadah khususnya puasa di 10 awal daripada bulan Zulhijah," pungkas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel.

Dilansir dari Tirto, keutamaan sepuluh hari awal Zulhijah didasarkan pada hadis riwayat Al-Bukhari yang menyatakan bahwa amal kebaikan pada waktu tersebut paling dicintai oleh Allah SWT. Selain puasa Arafah yang dapat menghapuskan dosa dua tahun, umat Islam yang memiliki kelapangan harta dianjurkan untuk berkurban.

Ibadah kurban dilaksanakan pada hari raya Idul Adha tanggal 10 Zulhijah dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial. Melalui kurban, umat Islam diharapkan mampu melawan sifat egoisme dan nafsu serakah demi membantu fakir miskin.

Sementara itu, dalam naskah khutbah Idul Fitri yang dilansir Sumsel24, Dr KH Sofyan Rosyada mengingatkan pentingnya nilai kepedulian sosial di tengah konflik global dan bencana alam. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 1.100 orang meninggal dunia dan lebih dari 496.000 jiwa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed