Umat Islam Bersiap Sambut Bulan Zulhijah 1477 H
Umat Islam bersiap menyambut kedatangan bulan Zulhijah 1477 H yang diprediksi jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, berdasarkan hisab imkan rukyat MABIMS dengan perayaan Idul Adha pada 27 Mei 2026. Kepastian tanggal tersebut masih menunggu hasil keputusan Sidang Isbat pemerintah mendatang.
Dilansir dari iNews.id, Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam kalender Islam bersama Muharram, Rajab, dan Dzulqa'dah. Keistimewaan periode awal Zulhijah disampaikan oleh Ustaz Yusri Muhammad Arsyad dalam tausiyahnya di Pro 1 RRI Makassar pada Rabu, 13 Mei 2026.
"Sekitar seminggu atau 10 hari lagi kita akan bertemu dengan Zulhijah, oleh karena itu kita sebagai umat Islam harus mengerti bagaimana keutamaannya," jelas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad, Anggota Komisi Fatwa MUI Sulsel.
Yusri menambahkan bahwa awal Zulhijah menjadi momentum bagi hamba Allah untuk memperbanyak zikir dan menjaga amal kebaikan, serta menepis adanya mitos lokal yang menghindari hari tertentu untuk hajatan.
"Kalau Allah Subhanahu wa taala bersumpah, maka pasti hari-hari yang disumpahkan itu memiliki keagungan yang luar biasa," jelas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad.
Beliau menegaskan tidak ada hari buruk dalam Islam untuk berbuat kebaikan, termasuk untuk menikah atau pindah rumah pada bulan Zulhijah.
"Awal untuk kita berzikir kepada Allah, Allah memulai pada bulan Zulhijah ini yaitu di awal-awal 10 pertama," tambahnya Ustaz Yusri Muhammad Arsyad.
Kemuliaan beramal pada periode ini dinilai hampir tidak tertandingi oleh jihad, kecuali bagi mereka yang mati syahid.
"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan orang dari api neraka kecuali pada hari Arafah," tegas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad.
Sebagai penutup pesan, masyarakat diajak untuk mulai mempersiapkan diri melaksanakan ibadah khusus seperti puasa di awal bulan.
"Gunakanlah kesempatan kita ini untuk melaksanakan ibadah-ibadah khususnya puasa di 10 awal daripada bulan Zulhijah," pungkas Ustaz Yusri Muhammad Arsyad.
Teks khutbah Jumat tertanggal 15 Mei 2026 dari laman Kementerian Agama yang dikutip iNews.id turut merinci hadis riwayat Imam Bukhari mengenai nilai amal saleh.
"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." ujar Rasulullah SAW.
Para sahabat kemudian mempertanyakan perbandingan amal tersebut dengan nilai jihad di jalan Allah.
"Tidak pula jihad di jalan Allah SWT, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." kata Rasulullah SAW.
Ibnu Qayim al Jauziyah dan Al Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan keistimewaan ini terjadi karena terhimpunnya induk ibadah. Salah satu amalan krusial adalah puasa Arafah pada 9 Zulhijah yang memiliki keutamaan penghapusan dosa.
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." jelas hadis yang dikutip iNews.id.
Selain aspek ibadah individu, persiapan menjelang Idul Adha juga menyentuh penguatan nilai sosial dalam keluarga. Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul melalui naskah khutbah di Vartadiy.com menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah.
"Di antara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Dia menciptakan pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram..." tulis kutipan surat Ar-Rum ayat 21.
Khutbah tersebut mengingatkan bahwa keluarga adalah tempat belajar pertama dan harus dijaga sesuai perintah dalam kitab suci.
"Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati..." bunyi kutipan doa dari surat Al-Furqan ayat 74.
Sebagai penutup panduan ruhaninya, khatib mengajak jemaah untuk selalu bertawakal setelah melakukan usaha yang maksimal dalam keluarga sesuai dengan perintah dalam Al-Qur'an.
"...apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah..." sebut kutipan ayat surat Ali Imran ayat 159.
Seluruh anggota keluarga diharapkan menjalankan perannya dengan ikhlas agar tercipta rumah tangga yang bahagia.
"وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ..." yang berarti barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkan keperluannya.
Sementara itu, TP PKK Kota Makassar juga menggelar kajian Islam rutin melalui Pokja I pada Rabu, 20 Mei 2026 di Masjid Gedung 45 Makassar. Syahriati Syahrum menyampaikan bahwa kegiatan kajian Islam merupakan sarana memperkuat nilai keimanan.
“Melalui kajian seperti ini, kami berharap para kader tidak hanya mendapatkan tambahan ilmu agama, tetapi juga semakin memperkuat keimanan serta dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya Syahriati Syahrum, Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar.
Ia mengatakan bulan Dzulhijjah merupakan bulan istimewa yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan. Momentum ini hendaknya kita manfaatkan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ucap Syahriati Syahrum.
Dalam pemaparannya di acara tersebut, Ustadz Mufassir Arif menjelaskan tentang makna ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial, serta mengulas makna ibadah haji.
Imbauan serupa disampaikan oleh Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beduai, Deni Juanda, dalam program Obrolan Mutiara Pagi Islam di RRI Entikong pada Rabu, 20 Mei 2026.
“Keutamaan bulan Dzulhijjah terletak pada banyaknya kesempatan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak amal saleh, serta mendekatkan diri kepada Allah melalui puasa, dzikir, sedekah, dan ibadah kurban,” ungkap Deni Juanda, Penghulu KUA Kecamatan Beduai.
Peningkatan ibadah secara konsisten sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang merupakan waktu istimewa.
“With memanfaatkan bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan ini secara maksimal, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan, memperoleh pahala berlipat, serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” katanya Deni Juanda.
Di tempat berbeda, yakni di MT Al Barokah Karanggude pada Kamis, 21 Mei 2026, diadakan pula kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan yang diisi dengan sema'an Al-Qur'an dan kajian oleh Umi Lutfi Chabibah untuk memotivasi jamaah dalam menyambut bulan Zulhijah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow