Persib Bandung Perkuat Skuad dan Gandeng Sponsor Menjelang ACL Two

Smallest Font
Largest Font

Klub sepak bola Persib Bandung mematangkan persiapan teknis dan komersial untuk mengarungi kompetisi AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2026/2027 serta tiga kompetisi domestik lainnya. Kepastian langkah ini ditandai dengan kesiapan skuad utama dan penandatanganan kerja sama sponsor baru di Bandung pada Rabu, 2 September 2026.

Bek baru Persib asal Kroasia, Danijel Lončar, menyatakan keyakinannya bahwa Maung Bandung memiliki kualitas yang memadai untuk bersaing dengan klub-klub dari berbagai negara Asia di fase grup ACL 2.

"Kami bisa bersaing dengan mereka. Kami punya banyak kualitas di dalam tim," ujar Loncar, pemain Persib.

Lončar menilai bahwa hasil akhir di lapangan sangat bergantung pada konsistensi serta kualitas performa tim sendiri dalam menghadapi padatnya jadwal pertandingan di empat kompetisi berbeda musim ini.

"Saya pikir pertandingan ini tergantung pada diri kami sendiri. Jika kami tampil berkualitas dan bermain bagus, kami bisa mengalahkan siapa saja," tegas Loncar, pemain Persib.

Ia membeberkan target jangka panjang tim untuk mempertahankan prestasi di level domestik sekaligus melangkah sejauh mungkin di tingkat regional.

"Target kami seperti musim lalu, seperti tiga musim terakhir tentunya, dan bertahan setinggi mungkin di Liga Champions," kata Loncar, pemain Persib.

Meskipun memiliki ambisi besar di Asia, ia menegaskan pentingnya menjaga fokus pada setiap laga terdekat yang dihadapi tim.

"Kami memiliki kualitas untuk bermain di empat kompetisi. Kami akan melakukan yang terbaik untuk bisa mencapai babak final jika memungkinkan. Namun saat ini, kami hanya fokus pada pertandingan berikutnya. Untuk saat ini, ini adalah pertandingan paling penting di musim ini," ucap Loncar, pemain Persib.

Di luar urusan lapangan, pemain berusia 28 tahun itu mengaku terkesan dengan atmosfer sepak bola di Bandung serta dukungan besar yang diberikan oleh para Bobotoh.

"Saya sangat senang berada di sini, terutama saat melihat banyaknya pendukung dan betapa besarnya dukungan mereka untuk kami. Saya juga tidak sabar menunggu minggu depan untuk melihat mereka di stadion dan kita bisa merayakannya bersama," tutur Loncar, pemain Persib.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses kepindahannya berjalan cepat setelah mendapat penjelasan langsung mengenai standar tinggi yang diterapkan manajemen klub.

"Mereka menceritakan semuanya bahwa di sini berada di level tinggi, seperti di Eropa. Bagi saya, ini keputusan yang mudah untuk datang ke sini secepat mungkin," ujar Loncar, pemain Persib.

Dukungan finansial dan operasional Persib turut diperkuat melalui kemitraan strategis bersama brand kuliner Se'Indonesia yang disepakati di gerai Se'Indonesia Pasir Kaliki, Bandung, hingga tahun 2028.

Co-Founder & CEO Se'Indonesia, Rinaldi Dharma Utama, menjelaskan bahwa kemitraan ini mencakup integrasi paket tiket pertandingan di aplikasi resmi Persib serta penyediaan lokasi nonton bareng bagi pendukung.

"Kolaborasi bersama PERSIB menjadi bagian dari langkah Se’Indonesia untuk memperluas pengalaman brand melalui olahraga dan komunitas. Ekosistem PERSIB yang kuat memberikan ruang bagi kami untuk membangun berbagai inisiatif yang dapat memperkaya interaksi dengan supporter," ujar Rinaldi, Co-Founder & CEO Se'Indonesia.

Manajemen klub menyambut baik masuknya sponsor baru yang dinilai memiliki kesamaan visi dalam mengembangkan potensi lokal dan komunitas pendukung.

"Kami menyambut baik dan tentu merasa senang dengan terjalinnya kerja sama antara PERSIB dan Se’Indonesia. Kami melihat ada semangat yang sama untuk terus berkembang dan memberikan sesuatu yang positif bagi masyarakat," kata Kuswara, Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB).

Kuswara menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti keterbukaan klub terhadap kemitraan komersial yang memberi manfaat langsung bagi ekosistem sepak bola di Jawa Barat.

"PERSIB selalu terbuka untuk membangun kerja sama dengan brand-brand yang memiliki kualitas dan semangat yang sejalan. Se’Indonesia memiliki identitas yang kuat melalui kuliner se’ khas Nusantara, sementara PERSIB memiliki kekuatan pada sepak bola dan komunitas," ujar Kuswara, Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB).

Selain aktivitas sepak bola, dinamika komunitas di Bandung juga diwarnai oleh upaya menghidupkan kembali industri koktail lokal melalui forum "Satu Meja" yang digelar oleh Vinyl Bar di Indigo Hotel Bandung pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Bartender senior Indonesia, Kiki Moka, menekankan bahwa profesi racik minuman menuntut keterampilan pelayanan dan pemahaman mendalam terhadap karakter pengunjung.

"Bukan cuma soal bisa membuat minuman. Seorang bartender juga harus punya kepribadian yang baik dan menjaga area bar tetap bersih," ujar Kiki, Bartender Indonesia.

Ia mencermati adanya pergeseran tren minuman di masyarakat yang kini mulai terbuka dengan menu-menu koktail klasik.

"Dulu nama Negroni mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang. Sekarang justru semakin banyak yang mengenalnya," kata Kiki, Bartender Indonesia.

Pihak penyelenggara mencatat bahwa potensi talenta kreatif di Kota Bandung sangat besar, namun banyak yang memilih berkarier di luar daerah karena ekosistem lokal yang melambat pascapandemi.

"Talenta kreatif di Bandung sebenarnya banyak. Hanya saja, banyak yang melihat ekosistem di luar kota lebih hidup sehingga memilih mengembangkan karier di sana," ujar Warren, Marketing Communication Vinyl Bar Bandung.

Inisiatif diskusi berkala tersebut dihadiri oleh praktisi hospitality dan mahasiswa perhotelan guna memperluas wawasan mengenai standar industri serta pelayanan konsumen.

"Satu Meja memang kami buat supaya orang-orang di industri ini bisa duduk bersama, berbagi pengalaman, dan berdiskusi langsung dengan mereka yang sudah berpengalaman di bidangnya," katanya Warren, Marketing Communication Vinyl Bar Bandung.

Geliat industri jasa ini diharapkan terus berkembang seiring dengan tingginya aktivitas wisata kuliner yang menjadi komoditas utama Kota Bandung.

"Bandung pernah punya masa ketika industri ini cukup hidup sebelum pandemi. Sekarang kami ingin mencoba membangun kembali semangat dan ekosistemnya," ungkap Warren, Marketing Communication Vinyl Bar Bandung.

Edukasi hospitality diarahkan agar para calon tenaga kerja mampu menguasai aspek pelayanan secara menyeluruh selain dari segi teknis pembuatan produk.

"Harapannya, mereka tidak hanya memahami produknya. Mereka juga bisa belajar bagaimana memberikan hospitality dan menghadapi tamu dengan baik," tuturnya Warren, Marketing Communication Vinyl Bar Bandung.

Manajemen Indigo Hotel Bandung menyoroti perbedaan budaya berkumpul antara Jakarta dan Bandung sebagai salah satu tantangan pembentukan pasar koktail.

"Bartender dari luar membawa racikan yang menjadi ciri khas bar mereka. Pada saat bar take-over berlangsung, pengunjung bisa menikmati cocktail tersebut di sini," jelas Dina, Director of Marketing Communication Indigo Bandung.

Meskipun demikian, kegiatan kolaboratif seperti bar take-over terus digulirkan untuk mengenalkan variasi produk kepada masyarakat luas.

"Kalau bicara Bandung, yang paling kuat memang masih kulinernya. Padahal, kami juga punya banyak orang kreatif yang memiliki kemampuan luar biasa dalam meracik cocktail," ujar Dina, Director of Marketing Communication Indigo Bandung.

Pengembangan ekosistem ini akan dilanjutkan dengan menghadirkan lebih banyak praktisi lintas kota untuk memicu kolaborasi bisnis baru di Bandung.

"Ke depannya kami ingin terus menghadirkan orang-orang yang memang punya pengalaman di bidangnya. Dari sana, kami bisa sama-sama belajar dan melihat apa yang bisa dikembangkan untuk Bandung," tutup Warren, Marketing Communication Vinyl Bar Bandung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed