Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina Patra Niaga secara resmi melakukan penyesuaian berkala dengan menurunkan harga produk bahan bakar minyak diesel nonsubsidi di seluruh SPBU Indonesia yang berlaku efektif sejak Minggu, 7 Juni 2026.

Kebijakan penurunan harga ini mencakup produk Dexlite dan Pertamina Dex yang juga diikuti oleh sejumlah perusahaan operator SPBU swasta seperti Shell Indonesia serta BP-AKR.

Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, produk Dexlite mengalami penurunan sebesar Rp3.000 menjadi Rp23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex merosot Rp3.100 menjadi Rp24.800 per liter.

Sementara itu, bensin RON 98 atau Pertamax Turbo justru mengalami kenaikan menjadi Rp20.750 per liter, sedangkan harga Pertalite dan Biosolar bersubsidi tidak berubah.

Penurunan solar non-subsidi ini diproyeksikan oleh Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman dan ekonom Wijayanto Samirin mampu mengurangi tekanan biaya operasional bagi sektor industri serta transportasi massal.

Di wilayah Papua dan Maluku, penyesuaian ini juga berlaku dengan rincian Dexlite menjadi Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp25.350 per liter.

"Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menghadirkan energi berkualitas dengan harga yang kompetitif bagi masyarakat," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV. Dumatubun.

Pihak Pertamina menyatakan bahwa penentuan regulasi harga berkala ini tetap diselaraskan bersama perhitungan formula serta ketentuan dari pemerintah.

"Untuk sektor diesel, dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional," kata Roberth.

Manajemen BP-AKR turut menerapkan kebijakan serupa dengan memotong harga jual produk BP Ultimate Diesel miliknya menjadi Rp25.060 per liter dari harga sebelumnya.

"BP-AKR terus memonitor perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta berbagai faktor operasional lainnya yang memengaruhi bisnis distribusi BBM. Kami juga akan terus berupaya mengelola operasional secara efisien serta menjaga kesinambungan layanan bagi para pelanggan," jelas manajemen BP-AKR melalui pernyataan tertulis kepada Bisnis.

Menurut praktisi migas Hadi Ismoyo, fluktuasi ini wajar karena harga minyak mentah dunia sedang melandai sekitar 14 persen ke level 95 dolar AS per barel.

"Kebijakan tersebut mencakup penurunan harga BBM jenis diesel, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, serta penyesuaian harga bensin Pertamax Turbo," kata Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku Ispiani Abbas di Jayapura.

Ispiani menambahkan bahwa besaran tarif baru di Indonesia Timur tersebut sudah disesuaikan dengan perhitungan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 7,5 persen.

"Sementara itu, harga Pertamax tetap berada pada level Rp12.600 per liter dan tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya," ujar Ispiani.

Pertamax Turbo di kawasan Papua dan Maluku sendiri mengalami pergeseran harga dari yang sebelumnya Rp20.350 kini dipatok pada angka Rp21.200 per liter.

"Harga tersebut berlaku untuk seluruh provinsi di Papua dan Maluku dengan perhitungan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen," katanya lagi.

Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan bahwa pasokan BBM nonsubsidi maupun subsidi di area tersebut berada dalam kondisi aman.

"Selain itu, kami terus memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh jaringan SPBU tetap terjaga guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah Papua dan Maluku," ujarnya.

Penurunan harga komoditas diesel nonsubsidi ini diprediksi bisa ikut mengendalikan beban anggaran subsidi karena memicu konsumen beralih dari Biosolar.

"Ketika harga turun kembali dan stabil, aktivitas kendaraan dan juga mesin-mesin produksi berpotensi meningkat," ujar Saleh Abdurrahman kepada Bisnis.

Saleh menilai pergeseran pola konsumsi masyarakat ke Dexlite akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengelolaan kuota BBM nasional.

"Jika permintaan Biosolar turun diimbangi kenaikan Dexlite maka subsidi solar juga akan turun karena volume penyaluran turun," katanya.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar mata uang asing dan situasi geopolitik di Timur Tengah diperkirakan masih memengaruhi kestabilan harga BBM ke depan.

"Untuk BBM non-subsidi, mekanisme harga diserahkan kepada mekanisme pasar global sehingga manakala crude mengalami penurunan, maka BBM non-subsidi seharusnya harus turun juga," kata Hadi Ismoyo.

Hadi memproyeksikan bahwa penurunan harga minyak global ini berpotensi bersifat sementara tergantung hasil negosiasi wilayah geopolitik terkait.

"Jika berhasil, kemungkinan harga tersebut akan turun sedikit kemudian melandai mencapai kesetimbangan baru pada angka crude sekitar rata-rata US$90 per barel," katanya.

Pengamat ekonomi juga memperkirakan harga minyak mentah akan relatif stabil pada paruh kedua tahun ini akibat dinamika politik luar negeri.

"Saya rasa harga minyak bumi akan stabil di level US$85-US$90 per barel untuk beberapa saat. Jadi, harga solar non-subsidi akan bertahan di level saat ini, dengan qPCR peluang sedikit penurunan," kata Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin.

Berikut adalah rincian perbandingan harga terbaru untuk produk BBM jenis Dexlite per liter di beberapa wilayah Indonesia per Juni 2026:

WilayahHarga Dexlite per Liter (Rp)
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jatim, Bali23.000
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung23.500
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan24.000
Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara23.500
FTZ Sabang21.550
FTZ Batam21.850

Sementara itu, PT Vivo Energy Indonesia dilaporkan belum mengubah harga jual bensin maupun diesel milik mereka sejak pembaruan terakhir pada Mei 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed