Pidato Donald Trump di White House Correspondents Dinner Dikecam Panelis
Panelis lintas partai dalam acara State of the Union di saluran CNN melontarkan kritik tajam terhadap pidato Presiden Donald Trump pada jamuan makan malam White House Correspondents Dinner. Pidato berdurasi satu jam tersebut dinilai kejam, tidak lucu, serta menyerang para wartawan.
Mantan Direktur Komunikasi pada masa pemerintahan pertama Trump, Alyssa Farah Griffin, menilai pidato presiden ke-47 Amerika Serikat tersebut gagal menyampaikan humor maupun argumen substansial.
"Dia gagal total, tetapi hal yang paling menyinggung adalah bahwa itu tidak lucu," kata Alyssa Farah Griffin, Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih.
Griffin menambahkan bahwa Trump sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersikap lucu dalam kesempatan lain.
"Presiden Trump, omong-omong, bisa jadi sosok yang lucu, Mike dan saya pernah melihatnya, dia sangat mampu menjadi lucu. Hal itu tidak muncul sama sekali," ujar Alyssa Farah Griffin, Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih.
Ia juga mempertanyakan arah dan tujuan dari penyampaian pidato panjang tersebut.
"Saya bertanya pada diri sendiri di akhir dari apa yang terasa seperti 90 menit dalam hidup kita yang tak akan pernah kembali, apa tujuan dari semua itu?" kata Alyssa Farah Griffin, Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih.
Sebelumnya, Griffin berharap Trump memanfaatkannya untuk menyampaikan kebijakan atau argumen terkait identitas pemilih, namun ia menilai Trump hanya mengulang peryataan lamanya.
"Dia sepertinya tidak benar-benar memiliki tujuan... Jujur saja saya tidak yakin mengapa dia ada di sana," ujar Alyssa Farah Griffin, Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih.
Kritik senada disampaikan oleh perwakilan dari Partai Demokrat yang menilai nada dari pidato tersebut sangat tidak menyenangkan.
"Saya pikir itu cuma jahat. Pidato itu beritikad buruk; itu tidak lucu. Acara tersebut seharusnya menjadi malam yang menghibur dan menyenangkan, dan saya pikir itu hanya beritikad buruk," kata Tom Suozzi, Anggota Kongres Partai Demokrat.
Sementara itu, politisi dari Partai Republik mencoba memberikan pembelaan meskipun mengakui penampilan Trump kurang maksimal.
"Saya pernah melihatnya sangat lucu, saya pikir dia bisa saja lebih lucu. Saya bukan orang yang mudah tersinggung oleh humor, saya pikir sering kali orang-orang melempar sindiran," kata Mike Lawler, Anggota Kongres Partai Republik.
Lawler juga membandingkan narasi media terhadap presiden dengan materi yang disampaikan malam itu.
"Jujur saja, beberapa hal yang dikatakan di CNN tentang presiden secara langsung jauh lebih keras daripada apa pun yang dia lontarkan pada Jumat malam," ujar Mike Lawler, Anggota Kongres Partai Republik.
Ia menekankan harapan agar acara tersebut bisa menjadi ajang pemersatu antara pejabat pemerintah dan insan pers.
"Pada akhirnya ini adalah acara yang seharusnya menyatukan para politisi dan pers, tetapi saya pasti berpikir presiden bisa membawa sedikit lebih banyak keceriaan daripada yang dia lakukan," kata Mike Lawler, Anggota Kongres Partai Republik.
Aktivis hak-hak sipil Maya Wiley turut memberikan pandangannya terkait dampak pidato tersebut terhadap nilai dasar kebebasan pers.
"Tidak lucu, jahat, semuanya benar," kata Maya Wiley, Aktivis Hak-Hak Sipil.
Wiley menegaskan bahwa acara tersebut telah kehilangan tujuannya sebagai simbol Amandemen Pertama Amerika Serikat.
"Sebaliknya, kita juga melihat seorang presiden menyerang para jurnalis," ujar Maya Wiley, Aktivis Hak-Hak Sipil.
Pembawa acara CNN Dana Bash menyatakan dukungannya kepada koresponden Gedung Putih Kaitlan Collins yang menjadi sasaran serangan Trump dalam pidato tersebut, seraya mencatat bahwa penghargaan yang diraih Collins mencerminkan kualitasnya sebagai jurnalis. Pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik panelis tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow