Joe Rogan Kritik Kebijakan Perang Donald Trump dengan Iran
Podcaster Joe Rogan melontarkan kritik tajam kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait keputusannya memulai perang dengan Iran dalam tayangan podcast terbaru "The Joe Rogan Experience" pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kritik tersebut disampaikan di tengah situasi memanas setelah Amerika Serikat dan Iran melanjutkan serangan militer pasca-berakhirnya gencatan senjata selama tiga minggu. Perang itu sendiri telah berlangsung selama lebih dari empat bulan sejak Februari lalu.
"We might’ve f—ed it up by going to Iran. I mean, this war is not something anybody that’s conservative wanted. Most people don’t want it, except supporters of Israel," kata Joe Rogan, Podcaster.
Rogan menilai sebagian besar warga Amerika Serikat merasa ngeri dengan keputusan tersebut karena bertentangan dengan janji politik Trump saat pemilihan presiden. Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos, hanya 1 dari 4 warga Amerika Serikat yang percaya bahwa perang ini sepadan dengan biayanya.
"They’re the only people that seem to be thinking it’s a good idea in this country," ujar Joe Rogan, Podcaster.
Dalam kesempatan tersebut, Rogan berbincang dengan politisi sayap kanan asal Inggris sekaligus anggota Parlemen Inggris, Rupert Lowe. Lowe menyoroti penghentian dana pembayar pajak untuk Badan Pembangunan Internasional AS oleh Trump, tetapi konfrontasi militer saat ini justru memicu konsekuensi ekonomi baru bagi publik.
"Most people are horrified by the idea because Trump was elected. One of the pillars that he stood for apparently was that he doesn’t want any more wars," kata Joe Rogan, Podcaster.
Menanggapi diskusi mengenai penggunaan anggaran negara tersebut, Lowe sepakat bahwa pemerintah seharusnya mengutamakan kepentingan pembayar pajak daripada mendanai konflik bersenjata.
"should put the interests of their taxpaying public first," cetus Rupert Lowe, Anggota Parlemen Inggris.
Lowe menambahkan bahwa perang hanya masuk akal jika memberikan keuntungan langsung bagi negara bersangkutan.
"And there's only a reason to go to war if it's going to benefit you, and it was difficult to see what the benefit was," tutur Rupert Lowe, Anggota Parlemen Inggris.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengumumkan di KTT NATO di Ankara, Turki, bahwa kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir karena ketegangan di Selat Hormuz.
"I don't want to deal with them, but they're scum. You know what scum is? They're scum, they're sick people, they're led by sick people, and they're vicious, violent people," tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Hubungan antara Rogan dan Trump terus mengalami pasang surut dalam beberapa bulan terakhir. Rogan, yang sempat mendukung Trump pada Pemilu 2024, kini vokal mengkritik berbagai kebijakan pemerintah mulai dari operasi imigrasi militeristik hingga penanganan kasus hukum tertentu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow