Pit Beirer Tanggapi Kepindahan Pedro Acosta Ke Ducati

Smallest Font
Largest Font

Direktur Olahraga KTM Pit Beirer mengonfirmasi kepindahan pembalap Pedro Acosta ke tim pabrikan Ducati Lenovo untuk musim 2027 dan 2028. Keputusan tersebut diambil setelah pabrikan asal Austria itu dinilai gagal menyediakan motor kompetitif bagi sang pembalap selama tiga musim di MotoGP.

Acosta menempati posisi ketujuh klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 163 poin dari 12 seri yang telah berjalan. Ia unggul dari rekan setimnya, Brad Binder, yang berada di urutan ke-13 dengan koleksi 72 poin.

Perjalanan karier Acosta di bawah naungan KTM dimulai dari CEV Moto3 Junior World Championship pada 2018 hingga berhasil meraih gelar juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023. Namun, kegagalan KTM menyajikan pembaruan komponen akibat krisis teknis pada 2025 membuat Acosta mantap hengkang untuk menjadi rekan setim Marc Marquez.

Pihak manajemen KTM menyatakan telah berupaya maksimal untuk mempertahankan pembalap asal Spanyol tersebut sebelum akhirnya menerima keputusan kepindahannya.

"Dia adalah bintang baru di paddock ini. Kami melakukan segalanya dengan benar. Menempatkannya di Rookies Cup, lalu memenangkan gelar dunia Moto3 dan Moto2.

Kami jeli dalam memilih talenta yang tepat. Dia adalah 'sang pilihan'. Dan kehilangan dia, tentu saja bukan bagian dari rencana kami.

Kami telah berjuang keras untuk mempertahankannya," ujar Direktur Olahraga KTM Pit Beirer.

Masalah internal pabrikan disebut menjadi salah satu pemicu utama yang membuat situasi tim tidak ideal bagi pengembangan sang pembalap.

"Namun, kami benar-benar harus menghormati keputusannya, karena menurut saya krisis yang dialami KTM juga turut berperan. Saya yakin, hal itu menyebabkan 'kerusakan' yang tidak bisa kami perbaiki pada 2025, saat kami harus membalap selama lebih dari separuh musim dengan material lama. Kami tidak bisa menyediakan motor baru seperti yang telah kami janjikan kepadanya. Kami harus mengakui bahwa saat itu kami belum cukup baik untuk memberinya keyakinan agar tetap bertahan," kata Pit Beirer.

Sebagai langkah pengganti, KTM mendatangkan dua pembalap Ducati, yakni Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio, untuk mengarungi musim 2027 dan 2028.

"Yah, kami telah membentuk dan memoles seorang pembalap yang luar biasa untuk Ducati. Jadi, menurut saya wajar jika kami mendapatkan pembalap hebat dari Ducati sebagai gantinya. Saya sangat senang, bangga, dan antusias karena kedua pembalap ini. Alex dan Diggia memutuskan untuk bergabung dengan kami," ujar Pit Beirer.

Kehadiran dua pembalap baru tersebut dinilai memberikan dorongan moral bagi struktur tim yang sedang membenahi posisi persaingan mereka di papan atas.

"Hal ini juga menunjukkan bahwa kami tidak hanya harus berusaha mempertahankan apa yang sudah kami miliki. Ada pembalap lain yang melirik kami, menaruh kepercayaan pada kami, dan datang bergabung. Mereka berdua datang kepada kami, dan kami merasa memikul tanggung jawab besar untuk membuat mereka bahagia serta memastikan mereka bisa tampil kompetitif," tutur Pit Beirer.

Tekanan finansial dan masalah performa RC-16 sejak 2024 menjadi fokus utama perbaikan seluruh personel di departemen balap pabrikan.

"Menurut saya, seluruh tim di departemen balap kami di seluruh dunia dan di semua kelas balap sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa, karena ada tekanan besar mengingat situasi yang ada. Meski begitu, kami semua tetap fokus dan terus bekerja keras. Kami berhasil meraih banyak gelar dunia serta kemenangan, sembari menjaga proyek MotoGP kami tetap hidup dan sehat. Tapi tentu saja, kami tidak puas dengan hasil saat ini," ungkap Pit Beirer.

Meskipun menorehkan prestasi di berbagai ajang balap dunia, pencapaian di kelas utama tetap menjadi tolak ukur utama kinerja divisi balap KTM.

"Kami ingin meraih hasil yang lebih baik di MotoGP. Di kelas balap lainnya di seluruh dunia, pada dasarnya kami berada di posisi terdepan. Namun pada akhirnya, kami dinilai berdasarkan hasil MotoGP karena ajang ini disiarkan di televisi, mendapat banyak sorotan media, dan juga karena proyek ini melibatkan banyak orang serta biaya yang sangat besar.

Jadi, kami harus sukses di MotoGP. Hal itu sudah sangat jelas," kata Pit Beirer.

Perkembangan pesat dari para kompetitor diakui membuat selisih jarak di lintasan kembali melebar meski KTM sempat mengemas sejumlah kemenangan.

"Kami berhasil meraih beberapa kemenangan di MotoGP, dan itu membuktikan bahwa proyek ini tidak gagal. Saat kami masuk ke MotoGP sebagai perusahaan yang berasal dari dunia motocross, orang-orang berpikir mustahil bagi kami untuk meraih hasil apik disini. Saya ingat betul saat kami memulai dengan catatan waktu 3,5 detik lebih lambat dibandingkan Marc Marquez dan Honda di Qatar. Dan target kami adalah untuk memangkas selisih waktu tersebut," ujar Pit Beirer.

KTM kini menaruh harapan pada perombakan regulasi mesin 850cc yang akan mulai diberlakukan sebagai titik balik persaingan.

"Jadi, saya bisa mengatakan bahwa pencapaian tertinggi kami adalah sudah pernah menang di kelas ini. Ini merupakan bukti kerja keras luar biasa dari orang-orang hebat di tim kami. Di sisi lain, tentu saja kita ingin terus berada di level tersebut.

Begitu menang dan berhasil naik podium, kita pasti ingin terus berada di posisi itu. Dan itulah sisi yang membuat frustrasi dari MotoGP. Terkadang, kita sendiri tidak melakukan kesalahan besar apa pun.

Hanya saja, pembalap dan tim lain terus membuat ke majuan, selangkah demi selangkah. Jika kita tidak mengambil langkah yang sama pada saat yang bersamaan, kita akan tertinggal," jelas Pit Beirer.

Pembaruan regulasi teknis mendatang dipandang sebagai peluang bersih bagi seluruh pabrikan untuk membangun paket motor baru dari awal.

"Ini adalah kesempatan yang sangat unik bagi kami. Kami sudah lama berkecimpung di MotoGP, jadi kami harus memberikan hasil nyata. Motor 850cc ini benar-benar proyek baru yang dimulai dari nol, dan kami mencurahkan seluruh pengetahuan MotoGP kami ke dalam mesin baru ini.

Tidak ada lagi alasan terkait motornya. Ini adalah motor baru, pembalap baru, dan struktur timnya pun agak berbeda. Jadi, saya seperti menekan tombol reset.

Jadi saya tidak sabar menantikan tahun depan," pungkas Pit Beirer.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed