Polisi Cek Kantor Wedding Organizer Marwah di Jaktim Terkait Dugaan Penipuan Pengantin Rp85,5 Juta
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi kantor wedding organizer Marwah yang diduga membawa kabur uang pasangan pengantin senilai Rp85,5 juta.
Tindakan tegas tersebut diambil oleh pihak berwajib setelah menerima laporan resmi dari korban yang merasa ditipu akibat gagal melaksanakan resepsi pernikahan secara layak pada Minggu, 24 Mei 2026 sore.
Pengecekan tempat kejadian perkara ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti awal serta memastikan keberadaan pengelola wedding organizer yang dilaporkan menghilang menjelang hari bahagia korban.
Kasus dugaan penipuan ini mencuat setelah pasangan pengantin asal Bekasi mengalami nasib pilu karena lokasi acara pernikahan mereka kosong melompong tanpa dekorasi dan katering pada hari pelaksanaan.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan kepolisian, korban mengaku telah menyetorkan uang dalam jumlah besar secara bertahap kepada pelaku demi mewujudkan kelancaran pesta pernikahan mereka.
Berikut adalah rincian data terkait kerugian materiil serta linimasa peristiwa penipuan yang dialami oleh korban berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian:
| Parameter Kasus | Keterangan Faktual |
|---|---|
| Total Kerugian Materiil | Rp 85.500.000 |
| Tanggal Kejadian Utama (Resepsi) | Sabtu, 23 Mei 2026 |
| Tanggal Laporan Polisi Resmi | Minggu, 24 Mei 2026 |
| Nama Entitas Terlapor | Wedding Organizer Marwah |
| Lokasi Kantor Terlapor | Jakarta Timur |
Kerugian senilai total Rp85,5 juta tersebut mencakup seluruh paket pernikahan yang dijanjikan oleh pelaku, mulai dari sewa gedung, dekorasi pelaminan, pakaian pengantin, dokumentasi, hingga hidangan katering untuk para tamu undangan.
Kronologi dan Gelagat Mencurigakan
Korban mulai menyadari adanya gelagat tidak beres dari pihak wedding organizer sejak beberapa hari menjelang hari pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Pihak pengelola wedding organizer Marwah diketahui mulai sulit dihubungi dan memberikan alasan yang berbelit-belit setiap kali korban menanyakan progres persiapan dekorasi gedung serta kesiapan pihak katering.
Puncaknya terjadi pada H-1 pernikahan, di mana seluruh nomor kontak pengelola wedding organizer tersebut sudah tidak aktif dan kantor mereka yang berada di wilayah Jakarta Timur kedapatan dalam kondisi kosong.
Akibat tindakan tidak bertanggung jawab tersebut, keluarga besar korban terpaksa menyuguhkan makanan dadakan seadanya demi menghormati para tamu undangan yang terlanjur datang ke lokasi resepsi pernikahan.
Penyidikan Intensif Pihak Kepolisian
Setelah menerima laporan resmi pada Minggu, 24 Mei 2026 sore, tim penyidik langsung mendatangi kantor operasional wedding organizer Marwah di Jakarta Timur untuk melakukan olah TKP dan mencari petunjuk keberadaan pelaku.
Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa bukti transfer bank, surat kontrak perjanjian kerja sama, serta tangkapan layar percakapan terakhir antara korban dengan pihak pengelola wedding organizer.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara profesional demi menegakkan keadilan bagi korban yang mengalami kerugian materiil maupun sanksi sosial yang berat akibat peristiwa ini.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap pemilik wedding organizer Marwah dan memeriksa sejumlah saksi guna menemukan keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke luar kota.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow