Polisi Sita Airsoft Gun dan Bensin dari 65 Orang Diduga Tunggangi Aksi di DPR
Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti dari 65 orang yang diduga akan menunggangi aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Barang bukti yang disita antara lain 39 senjata tajam, 2 airsoft gun beserta tabung gas dan peluru gotrinya, serta tujuh jeriken bahan bakar bensin. Selain itu, polisi juga mengamankan 201 botol kaca dan sumbunya, tiga stik golf, satu unit toa, satu botol cat semprot, 11 tas ransel, empat banner, serta obat-obatan seperti tramadol dan diazepam.
Direktur Krimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, "Penyidik saat ini telah melakukan pengamanan dan penyitaan terhadap barang bukti sebagaimana rekan-rekan lihat bersama di hadapan kita."
Ia menambahkan, "Terdapat 39 pucuk atau unit senjata tajam, kemudian 2 pucuk airsoft gun, satu tabung gas isi airsoft gun, kemudian 25 gram gotri untuk apa isi airsoft gun-nya."
Polisi menduga tas ransel yang disita akan digunakan untuk membawa molotov saat pelaksanaan aksi. "Tas ransel yang diduga ini akan digunakan untuk membawa molotov-molotov ini pada saat pelaksanaannya. Kemudian 4 buah banner, 4 strip Tramadol, dan 2 strip Diazepam," ujar Iman.
Langkah penyitaan ini dilakukan guna mencegah potensi kekerasan dan agar tidak terjadi penunggangan terhadap aksi unjuk rasa. "Kami melakukan langkah-langkah untuk agar tidak terjadi penunggangan terhadap aksi unjuk rasa yang akan dilakukan," kata Iman.
Polda Metro Jaya juga mengungkap bahwa dari 65 orang yang diamankan, 10 di antaranya diduga sebagai perekrut dan penyedia dana untuk aksi demonstrasi tersebut. Mereka kini tengah diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.
Iman menjelaskan, "Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang terduga sebagai perekrut dan penyedia dana di dalam mempersiapkan aksi."
Pemeriksaan masih berlangsung untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antar pihak, serta tujuan dan peran masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut.
"Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antar pihak, serta tujuan dan peran masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut," ujar Iman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow