Polres Jakpus Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Smallest Font
Largest Font

Aparat Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay yang diculik kelompok pria bertubuh besar di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026 pukul 19.45 WIB.

Aksi kejahatan terhadap putri pengusaha Ponty Wijaya ini terjadi tepat sebelum perayaan ulang tahun nenek korban dimulai. Korban disergap, ditutup matanya, dan dimasukkan paksa ke dalam mobil hitam oleh sekitar lima orang pria, lalu ponselnya tidak aktif dan keberadaannya belum dipastikan hingga kini.

Penyelidikan kepolisian sempat terkendala teknis karena kamera CCTV di restoran tempat kejadian perkara rusak. Meski demikian, pelacakan digital mendeteksi ponsel korban sempat aktif di Puri Jimbaran, serta muncul indikasi awal perjalanan korban menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.

Kuasa hukum keluarga korban menjelaskan kronologi pembawaan paksa tersebut berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujarnya Andi Darti dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNN Indonesia pada Senin (20/7).

Andi menambahkan bahwa pelaku berjumlah sekitar lima orang pria dan kendaraan langsung meninggalkan lokasi. Akibat insiden ini, korban tidak lagi dapat dihubungi oleh pihak keluarga maupun teman-temannya.

"Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung," imbuhnya Andi Darti.

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan jeratan Pasal 450 dan/atau Pasal 446 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penculikan dan perampasan kemerdekaan.

"Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel," katanya Andi Darti.

Pihak kuasa hukum mendesak polisi segera meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan demi keselamatan jiwa korban karena bukti permulaan dinilai sudah jelas.

"Apabila telah diperoleh bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku, kami berharap penanganan perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara tuntas," ujar Andi Darti.

Kepolisian membenarkan adanya laporan resmi tersebut dan menyatakan proses pengusutan kasus untuk melacak keberadaan Jesslyn masih terus berjalan.

"Betul ada laporannya di Polres Jakpus. Sampai dengan saat ini msh kita lakukan penyelidikan untuk mencari faktanya," kata Roby Heri Saputra selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat saat dikonfirmasi terpisah.

Di sisi lain, peristiwa di ruang publik ini menuai kritik dari Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) yang menilai kasus ini mengancam rasa aman dan mempertaruhkan kredibilitas pemerintah.

"Ini berbahaya jika negara tidak bisa melindungi warganya. Apalagi diculik di tempat umum, kemudian dibawa kabur ke luar negeri. Kredibilitas Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dipertaruhkan. Ini pekerjaan mafia yang mau merusak reputasi pemerintahan Prabowo," ujar Jusuf Rizal selaku Ketua Umum Parsindo dilansir dari Monitor Indonesia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    1
    Wow

Most viewed