Bentrokan di Menteng Sebabkan Satu Orang Tewas dan Sekolah PJJ

Smallest Font
Largest Font

Aparat kepolisian dan TNI menyiagakan personel gabungan serta melalukan penyisiran pascabentrokan antarkelompok di kawasan Jalan Tambak hingga Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan satu orang tewas dan kegiatan belajar mengajar di sekolah sekitar dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada Senin (27/7/2026).

Peristiwa bentrokan tersebut dipicu oleh aksi dua orang mengendarai sepeda motor yang menggeber kendaraannya di dekat pedagang nasi uduk depan Masjid Jami Matraman pada Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah ditegur warga, kedua orang itu kembali bersama lima rekannya, merusak gerobak pedagang, dan melakukan penganiayaan hingga terjadi aksi saling lempar batu serta pembakaran kendaraan.

Dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat insiden ini, di mana korban berinisial K (23) meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sementara satu korban lain masih berada dalam kondisi kritis. Kepolisian telah menahan tiga orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan fatal tersebut serta memeriksa 15 orang lainnya secara intensif.

Selain penangkapan, petugas kepolisian melalukan penyisiran di lokasi untuk mencari senjata tajam yang diduga dibawa oleh sekelompok orang yang mencoba mendatangi area bentrokan pada Minggu malam. Dalam aksi penggeledahan tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengamankan seorang pria berhoodie dongker yang membawa sebilah parang, sementara petugas lain menyita sejumlah busur dan anak panah.

Untuk memulihkan keamanan, pengamanan ketat diterjunkan langsung di titik-titik rawan sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini ada satu kompi dari satuan Polda, Brimob, maupun satuan TNI yang kita letakkan ataupun posisikan di sekitaran Jalan Matraman Dalam," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung dalam keterangannya.

Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menambahkan penyiapan pasukan tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas area pascainsiden.

"Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, mengingat pasca peristiwa tadi pagi," pungkasnya.

Dampak dari gangguan keamanan ini juga memicu penyesuaian aktivitas pendidikan di sekitar tempat kejadian perkara. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlotul Athfal Karisma yang berada di Jalan Matraman Dalam menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswanya.

"Iya betul, PJJ. Saya rasa kalau memang sudah kondusif bisa langsung kembali (belajar di sekolah)," kata Nurhelmi kepada wartawan, dilansir Antara, Senin (27/7/2026).

Camat Menteng Nurhelmi Savitri menjelaskan bahwa pihak kecamatan dan kepolisian akan mengumpulkan pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, pemuda, serta Karang Taruna guna mengimbau warga agar tidak terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

"Mungkin mengantisipasi saja. Yang penting proses belajarnya masih berjalan. Kalau situasi sudah kondusif, bisa langsung kembali belajar di sekolah," ujarnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed