Graham Potter Bela Alexander Isak Setelah Musim Sulit di Liverpool

Smallest Font
Largest Font

Pelatih tim nasional Swedia Graham Potter memberikan pembelaan terhadap Alexander Isak yang mengalami musim perdana sulit bersama Liverpool di Liga Inggris akibat didera serangkaian cedera.

Isak bergabung dengan Liverpool dari Newcastle United pada September lalu melalui kesepakatan rekor transfer Inggris senilai 125 juta poundsterling namun hanya mencetak empat gol dari 22 penampilan.

Penyerang berusia 26 tahun tersebut melewatkan empat bulan masa kompetisi setelah menderita patah tulang kaki dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada bulan Desember.

Statistik performa Isak menurun drastis di bawah asuhan Arne Slot dengan catatan tembakan per pertandingan yang merosot dari 2,9 saat di Newcastle menjadi hanya 1,2 bersama Liverpool.

Meskipun demikian, Isak tetap mendapat panggilan dari timnas Swedia untuk Piala Dunia 2026 dan sempat mencetak gol indah saat kalah 3-1 dari Norwegia pada hari Senin.

Setelah pemecatan Arne Slot oleh manajemen klub berjuluk The Reds tersebut, Isak mengungkapkan pandangannya terkait situasi internal tim yang sedang bergejolak.

"I've kind of disconnected from Liverpool now that I'm here [with Sweden]. It's always sad when a coach has to leave." ujar Isak ketika ditanya mengenai pemecatan Slot.

Penyerang internasional Swedia tersebut kemudian menambahkan bahwa pergantian manajer merupakan hal yang lumrah terjadi di dalam dunia sepak bola profesional ketika performa tim menurun.

"That's usually the first position to change when things go badly." kata Isak.

Isak mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai rencana masa depan klub asal Merseyside tersebut dan fokus menghadapi turnamen internasional bersama negaranya.

"But as I said, I don't know much about what has happened or will happen. I wish him all the best." tutur Isak.

Di sisi lain, Graham Potter selaku pelatih kepala timnas Swedia memberikan analisis mengenai penurunan performa anak asuhnya di level klub akibat perubahan masif di Anfield.

"Alex has had a difficult spell at Liverpool because of injury. But the player doesn't change. His quality doesn't change. He's still a top, top, top player." kata Potter seperti dilansir liverpoolecho.co.uk.

Potter menilai proses adaptasi dalam tim yang melakukan banyak perombakan membutuhkan waktu dan memicu tekanan serta ekspektasi yang sangat besar bagi para pemain.

"It's just how they interact as a team together. And if you make a lot of changes, it can take a bit of time." ujar Potter.

Mantan pelatih Chelsea tersebut mengonfirmasi bahwa Isak memiliki komitmen tinggi untuk bermain sepak bola dan berkontribusi penuh bagi tim meskipun karirnya sedang naik turun.

"Unfortunately, sometimes, at the big clubs, the big change means big pressure and expectation; and then expectation versus reality, and as soon as that gap starts to become too big, you can have problems." kata Potter.

Potter juga menegaskan bahwa kualitas personal maupun kemampuan teknis dari mantan penyerang Real Sociedad tersebut sama sekali tidak perlu diragukan.

"Obviously, his injuries have been disappointing for him, but I know him. He's a great, great lad, wants to play football and wants to help his team." tutur Potter.

Swedia dijadwalkan akan memulai pertandingan pembuka mereka di kompetisi Piala Dunia melawan Tunisia sebelum menghadapi Belanda dan Jepang di Grup F.

"Sometimes everybody's career can go up and down, but the quality of the person and the quality of the player is undeniable from our perspective." kata Potter.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed