Prabowo Gunakan Aset Hasil Pemberantasan Korupsi untuk Bencana
Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan aset kekayaan negara serta anggaran hasil penindakan korupsi untuk mendanai penanganan bencana alam di Indonesia. Langkah penghematan tersebut disampaikan dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp di Jakarta pada Selasa (25/8/2026).
Pemerintah memanfaatkan dana yang diselamatkan dari kebocoran anggaran untuk mengerahkan ribuan personel, puluhan helikopter, belasan pesawat, hingga alat berat ke lokasi bencana seperti Aceh dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan keuangan negara secara jujur demi mengoptimalkan respons darurat di berbagai daerah.
"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini.
Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," jelas Prabowo.
Penghentian kebocoran anggaran negara dinilai menjadi kunci utama dalam membiayai operasional tanggap darurat bencana yang masif. Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak main-main dalam membersihkan praktik korupsi di seluruh lini pemerintahan.
"Walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh" tegasnya.
Selain penanganan pascabencana, pemerintah telah mengecek kesiapan seluruh instansi daerah dalam memitigasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Langkah mitigasi tersebut melibatkan sinergi antara kementerian, lembaga, TNI, Polri, hingga pemerintah daerah.
"Saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri, syukur alhamdulillah semua unsur pemerintah daerah, K/L-K/L (kementerian/lembaga), TNI, Polri, BNPB, Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, semua bekerja secara efektif. Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi," tambahnya.
"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," tandas Prabowo.
"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang. Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," kata Prabowo.
Pemerintah memastikan koordinasi lintas sektor akan terus ditingkatkan untuk mengamankan ketersediaan peralatan mitigasi seperti bor air dan pompa air di wilayah rawan kekeringan.
"Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," tegasnya.
"Saya sudah keliling ke beberapa tempat, saya cek sendiri. Syukur alhamdulillah semua unsur pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, BNPB, Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, semua bekerja secara efektif," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow