Presiden Prabowo Buka Karnaval Malam Merdeka HUT ke-81 RI

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembukaan karnaval Pesta Rakyat Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-81 RI di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026) malam. Perayaan tersebut memadukan atraksi budaya, teknologi, serta pesan empati bagi korban bencana alam.

Presiden Prabowo tiba di Monas sekitar pukul 19.13 WIB menggunakan mobil Maung putih dengan mengenakan kemeja bernuansa jas cokelat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah tiba lebih dulu pada pukul 18.49 WIB mengenakan kemeja merah lengan panjang, didampingi jajaran menteri kabinet dan pimpinan TNI-Polri.

Rombongan karnaval melintasi rute dari Monas menuju kawasan Dukuh Atas melalui Bundaran Hotel Indonesia. Pawai ini melibatkan 32 kendaraan hias serta sekitar 3.000 pelaku ekonomi kreatif dari pelbagai subsektor.

Di kawasan Bundaran HI, pertunjukan 1.500 drone menampilkan narasi visual bertema nasionalisme beserta pesan solidaritas Pray for NTT pada pukul 22.00 WIB. Sementara itu, Monumen Nasional menyajikan pertunjukan video mapping sejarah perjalanan bangsa serta menampung 600 stan UMKM untuk memperkuat perekonomian rakyat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi rencana partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam seluruh rangkaian pawai Pesta Rakyat saat berada di Istana Merdeka.

"Direncanakan seperti itu. Jadi nanti kita juga meng-update beliau nanti akan ikut karnaval," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

Penyesuaian Acara dan Dampak Ekonomi

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memaparkan bahwa perhelatan Malam Merdeka mengombinasikan kreativitas budaya dan teknologi mutakhir untuk memperkuat rasa cinta tanah air.

"Drone show, terakhir kita akan disuguhkan dengan nilai-nilai nasionalisme yang ditampilkan melalui teknologi drone show," kata Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif.

Pemerintah memutuskan untuk menunda pertunjukan kembang api sebagai ungkapan rasa empati atas bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur dan Simalungun, Sumatera Utara.

"Kembang api, fireworks, karena itu kan terlalu bagaimana begitu ya. Itu kita tunda," kata Teuku Riefky Harsya.

Penyesuaian susunan acara tersebut diharapkan tetap menjaga esensi perayaan kemerdekaan sebagai wahana kebersamaan warga negara.

"Pemerintah ingin perayaan kemerdekaan tetap menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan gotong royong," kata Teuku Riefky Harsya.

Melalui perhelatan nasional ini, pemerintah mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk terus memelihara kepedulian sosial terhadap sesama.

"Melalui Malam Merdeka pemerintah mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan gotong royong bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Teuku Riefky Harsya.

Selain menjadi sarana hiburan rakyat, rangkaian kegiatan kreatif ini berpotensi memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi daerah hingga tingkat nasional.

"Talenta Indonesia ini luar biasa. Budaya itu hulunya, kemudian ketika disentuh inovasi, teknologi, dan kreativitas, di situlah ekonomi kreatif atau nilai ekonominya muncul," kata Teuku Riefky Harsya.

Sentuhan kreativitas pada seni budaya lokal diyakini mampu membuka ruang pekerjaan baru serta meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto di berbagai daerah.

"Sekarang seni budaya ini mempunyai nilai ekonomi yang tentu bisa berdampak tidak hanya terhadap PDRB di daerah, kalau secara nasional PDB, tetapi juga lapangan pekerjaan," kata Teuku Riefky Harsya.

Dukungan Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan wilayah ibu kota sebagai pusat pelaksanaan perayaan HUT ke-81 RI.

"Baik, barangkali khusus kali ini kami Pemprov DKI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat yang telah mempercayai Jakarta menjadi bagian penyelenggaraan kegiatan HUT RI," kata Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pelaksanaan teknis kegiatan dari Bundaran HI hingga Monas sebagian besar difasilitasi oleh BUMD DKI Jakarta melalui Jakarta Experience Board.

"Jadi, teman-teman sekalian, dari mulai HI sampai Monas, barangkali 60 persen kegiatan itu dilakukan oleh JXB, BUMD kita yang membantu pusat untuk melakukan kegiatan ini," kata Rano Karno.

Pemprov DKI Jakarta menilai partisipasi aktif dalam ajang ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran kota dalam panggung kegiatan nasional.

"Ini momen yang luar biasa bagi Jakarta untuk bisa memberikan eksistensinya," kata Rano Karno.

Pengawasan Lalu Lintas dan Penertiban Parkir

Lonjakan pengunjung di kawasan Monas diantisipasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Satpol PP dengan mengerahkan petugas untuk mengatur kelancaran aktivitas warga.

"Dishub dan Satpol PP menerjunkan petugas dalam kegiatan di Monas," kata Budi Awaludin, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Jajaran pimpinan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan pemantauan lapangan secara langsung bersama petugas pengamanan di sekitar Monas.

"Iya, saya bersama Kasat Pam meninjau Monas," kata Budi Awaludin.

Keterbatasan kapasitas kantong parkir resmi menyebabkan sebagian warga memutuskan untuk memarkirkan kendaraan di bahu jalan dan trotoar.

"Karena banyaknya masyarakat yang hadir, kantong parkir penuh, jadi banyak yang di trotoar," kata Budi Awaludin.

Kondisi kepadatan arus lalu lintas dan kantong parkir berimbas langsung pada pengalaman pengunjung yang kesulitan mendapat ruang parkir resmi.

"Iya tadi aku mau parkir di pintu IRTI tapi tadi tuh enggak tahu bagaimana, enggak bisa masuk. Apakah sudah penuh atau apa, terus aku diarahin untuk parkir di Gambir," kata Nurul, pengunjung Pesta Rakyat.

Setelah tidak berhasil memasuki area parkir di Gambir, pengunjung akhirnya memilih memarkirkan kendaraan di sisi trotoar.

"Tapi pas mau ke Gambir itu bener-bener penuh jadi aku nemu parkiran di samping trotoar, jadi aku parkir di situ," kata Nurul.

Lokasi parkir darurat tersebut tidak dilengkapi dengan karcis resmi maupun petugas berseragam dinas.

"Kayanya engga resmi karena enggak ada petugas yang pake baju parkir atau karcisnya itu enggak ada," kata Nurul.

Meski meyakini lokasi tersebut tidak resmi, warga tetap membayar tarif parkir sebesar sepuluh ribu rupiah yang ditarik pengelola di lokasi.

"Iya tadi langsung bayar, ditagih sama Bapak parkirnya 10 ribu," kata Nurul.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed