Megawati Pimpin Upacara HUT ke-81 RI dan Doakan Korban Gempa NTT
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (17/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden ke-5 RI itu mengajak seluruh peserta upacara mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa bumi.
Megawati tiba di lokasi sekitar pukul 08.55 WIB dengan didampingi Ketua DPP PDIP Puti Guntur Soekarno. Kedatangannya disambut Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus partai seperti Ahmad Basarah dan Romy Soekarno. Sebelum upacara pengibaran bendera dimulai pukul 09.00 WIB, Megawati meninjau pameran "Jejak Merdeka Putra Sang Fajar" di aula masjid bersama Sejarawan dan Kepala Badan Sejarah Indonesia DPP PDIP Bonnie Triyana.
Megawati sengaja absen dalam upacara kemerdekaan di Istana Negara untuk merayakan peringatan kemerdekaan bersama kader partai, pengurus DPD/DPC DKI Jakarta, serta masyarakat setempat. Saat memimpin momen mengheningkan cipta, Megawati secara khusus meminta jajarannya memberikan perhatian bagi warga Flores dan wilayah NTT lainnya yang diguncang bencana pada Sabtu (15/8/2026).
"Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, marilah kita mengucapkan doa bersama terutama untuk yang namannya daerah Nusa Tenggara Timur terutama Flores," kata Megawati sebelum memulai mengheningkan cipta.
Ia berharap warga yang terdampak bencana diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
"Kita doakan supaya mereka yang telah mengalami musibah untuk menguatkan dirinya dan bagi keluarga yang telah ditinggalkan oleh mereka-mereka yang merupakan terkena musibah gempa, kita doakan mendapatkan tempat selayaknya di sisi Allah. Berdoa mengheningkan cipta kita mulai," ucap Megawati.
Keprihatinan mendalam atas musibah tersebut kembali ditegaskan Megawati saat memulai amanatnya sebagai inspektur upacara.
"Saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT dan berduka cita yang sedalam-dalamnya pada korban yang menjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa," ujar Megawati dalam amanatnya.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi di NTT telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan merusak berbagai bangunan hingga memaksa ribuan warga mengungsi.
"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow