Prabowo Targetkan Penutupan 700 BUMN Rugi Hingga Akhir 2026

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penutupan 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bermasalah secara finansial hingga 31 Desember 2026. Langkah ini diambil guna memangkas pengeluaran operasional dan menghemat anggaran negara, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Penghematan dari penutupan ratusan perusahaan pelat merah yang berkinerja buruk tersebut diproyeksikan mencapai Rp 100 triliun. Sebelumnya, pemerintah telah melikuidasi 290 BUMN rugi dan berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 50 triliun.

Penegasan mengenai kebijakan efisiensi ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menghadiri agenda penutupan Muktamar ke-35 NU pada Senin (31/8/2026).

"Pemerintah yang saya pimpin, pada Desember 31 tahun 2026, kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup," ungkap Prabowo dalam sambutannya di Penutupan Muktamar ke-35 NU, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2026).

Melalui kebijakan pemangkasan ini, pemerintah menyasar efisiensi biaya overhead serta pengeluaran rutin, termasuk beban gaji jajaran direksi dan komisaris pada BUMN yang tidak produktif. Usai pembenahan skala besar tersebut, pemerintah menargetkan hanya ada sekitar 250 BUMN yang beroperasi di bawah kepemimpinan Prabowo.

"Jadi nanti hanya tinggal 250 BUMN. Tinggal 200-250, berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp 100 triliun dari overhead, gaji direksi, gaji komisaris," ujar Prabowo.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed