Presiden Vietnam Akan Kunjungi Australia untuk Pertama Kali pada Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Presiden Vietnam To Lam dijadwalkan melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Australia selama empat hari mulai 9 Agustus 2026, menurut pengumuman Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Kamis. Kunjungan ini akan menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama antara kedua negara di berbagai sektor strategis. Perdana Menteri Albanese menyatakan bahwa dirinya dan Presiden To Lam akan bertemu langsung pada 11 Agustus di Canberra untuk membahas ekspansi kolaborasi bilateral, termasuk pertahanan, keamanan, perdagangan, investasi, pendidikan, energi, inovasi, dan transformasi digital.

Hubungan antara Australia dan Vietnam telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif sejak Maret 2024, yang membuka peluang kerja sama lebih luas dan mendalam.

Albanese menekankan bahwa kemitraan ini didasari oleh kepercayaan strategis yang kuat, kepentingan bersama, dan visi serupa terkait masa depan kawasan. Selain itu, hubungan antar masyarakat juga kuat dengan komunitas warga Vietnam di Australia yang berjumlah sekitar 350.000 jiwa, menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Australia.

Dari sisi perdagangan, hubungan kedua negara berkembang pesat dengan nilai perdagangan barang dan jasa mencapai 30 miliar dolar Australia atau sekitar 21 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat sejak 2020, menurut wawancara dengan perwakilan pemerintah Australia. Ekspor Australia ke Vietnam banyak berperan sebagai input penting bagi industri manufaktur dan ekspor Vietnam, sehingga hubungan dagang ini saling menguntungkan.

Australia juga berkomitmen untuk meningkatkan investasi dua arah, dengan sektor pendidikan menjadi contoh utama melalui universitas RMIT yang telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun di Vietnam. Kerja sama di bidang energi juga menjadi fokus, terutama dalam transisi energi hijau seperti pengembangan baterai penyimpanan, serta energi surya dan angin, yang dinilai memiliki potensi besar bagi kedua negara. Selain itu, sektor pertanian dan pendidikan tetap menjadi pilar kerja sama lama yang terus berkembang, dengan program-program inovasi seperti pengembangan varietas padi tahan iklim yang juga didukung oleh Australia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed