Siswa Australia Miliki Kedisiplinan Rendah Menurut Hasil PISA 2025

Smallest Font
Largest Font

Hasil penilaian Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan bahwa para siswa di Australia menempati jajaran murid dengan tingkat kedisiplinan rendah di dunia, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Mengenai iklim disiplin di dalam kelas, negara tersebut menempati peringkat ke-69 dari 80 negara. Temuan ini dilaporkan oleh Daily Mail Australia dan Newswire berdasarkan rilis data ilmiah dari penilaian internasional tersebut.

Sebanyak 41 persen siswa di Australia melaporkan sering mengalami kebisingan dan kekacauan saat pelajaran sains berlangsung. Angka tersebut melampaui rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang tercatat sebesar 31 persen.

Selain itu, satu dari tiga murid menyatakan bahwa teman sekelas mereka sering tidak mendengarkan instruksi guru. Sementara itu, satu dari lima siswa mengaku mengalami kesulitan untuk bekerja sama secara baik di kelas.

Penggunaan perangkat digital juga disorot sebagai salah satu pemicu utama gangguan belajar di ruang kelas. Sebanyak 39 persen siswa mengungkapkan bahwa rekan sekelas mereka sering teralihkan oleh perangkat digital selama kelas sains, di mana angka OECD berada di kisaran 28 persen. Para pelajar di Australia menghabiskan waktu rata-rata 2,6 jam sehari untuk menggunakan perangkat digital di sekolah. Durasi penggunaan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara OECD yang sebesar 1,7 jam sehari.

Meskipun demikian, data dari OECD tidak menunjukkan adanya kaitan signifikan secara statistik antara gangguan digital di kelas dan performa belajar sains siswa di Australia secara spesifik. Namun, untuk keseluruhan negara OECD, gangguan digital tetap terhubung dengan penurunan nilai sains. Masalah lain yang menonjol adalah tingginya angka ketidakhadiran murid di sekolah. Sebanyak 44 persen siswa Australia mengaku pernah membolos setidaknya satu hari dalam periode dua minggu sebelum tes PISA dilaksanakan, yakni mencapai dua kali lipat dari rata-rata OECD.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed