PT Prodia Diagnostic Line Tbk Bersiap IPO Incar Dana Rp62,75 Miliar
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026 dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru atau setara 30 persen modal setelah IPO. Melalui aksi korporasi ini, anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) tersebut membidik dana segar hingga Rp62,75 miliar.
Perseroan menetapkan harga penawaran awal di kisaran Rp100 hingga Rp120 per saham yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 23 Juni 2026. Berdasarkan laporan keuangan 2025, harga tersebut mencerminkan rasio Price to Earnings (P/E) sekitar 10,31 kali hingga 12,38 kali dan Price to Book Value (PBV) di kisaran 1,29 kali hingga 1,44 kali.
Prospektus awal perseroan menunjukkan bahwa porsi terbesar dari dana hasil IPO, yaitu sekitar Rp35,67 miliar atau lebih dari separuh total himpunan dana, akan dialokasikan untuk melunasi pokok pinjaman bank kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. Sementara itu, sekitar 28,92 persen akan dialokasikan bagi belanja modal seperti pembelian mesin, alat kalibrasi, perangkat lunak, serta pengembangan laboratorium biomolekuler, dan sisanya 8,51 persen sebagai modal kerja.
Dari sisi kinerja operasional, emiten produsen alat kesehatan in vitro diagnostic (IVD) bermerek Proline ini mencatatkan pemulihan fundamental sepanjang 2025 dengan pendapatan naik 26,79 persen secara tahunan menjadi Rp74,3 miliar. Laba bersih perseroan juga melonjak hampir 70 persen menjadi Rp16,9 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,9 miliar, setelah sempat mengalami penurunan dari capaian Rp35,8 miliar pada 2023 akibat efek basis tinggi proyek kementerian kesehatan.
Meskipun memiliki kemitraan strategis dengan Diasys Diagnostic Systems GmbH asal Jerman dan ekosistem jaringan pelanggan Prodia Group yang luas, PRDL mencantumkan risiko ketergantungan pada belanja kesehatan pemerintah dalam anggaran APBN sebagai faktor utama. Proses penjaminan emisi IPO PRDL ini sepenuhnya dikawal oleh PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow